JombangBanget.id - Mayoritas pelaku berani melakukan pembunuhan karena dipengaruhi minuman keras (miras).
Salah satunya diakui pelaku pembunuhan dengan korban PRA, 19, asal Sumobito.
’’Saya sempat tanya langsung kepada tiga pemuda yang melakukan perkosaan dan pembunuhan, kenapa kok sampai tega? Mereka jawabnya karena sebelum melakukan minum miras dulu,’’ kata Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, (7/11).
Ketiganya yakni pacar korban, Adriansyah Putra Wijaya, 18. Serta dua temannya, Achmad Thoriq Firmansyah, 18, dan Lutfi Inahnu Feda, 32.
’’Sejak itu kita gencarkan operasi miras,’’ tegasnya. Sepanjang tahun ini, sudah ribuan botol aneka jenis miras yang dimusnahkan oleh Polres Jombang.
’’Penindakan miras ini aslinya kewenangan Satpol PP karena melanggar Perda (peraturan daerah). Tapi kita ikut gencar memerangi karena dampaknya menimbulkan kriminalitas,’’ tegasnya.
Dia pun senang ketika Satpol PP sudah mulai ikut melakukan penindakan terhadap miras.
Salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Darul Umum Rejoso, KH M Zaimuddin As’ad (Gus Zuem), menegaskan, miras dan narkoba memang biangnya kemaksiatan.
’’Ada cerita terkenal soal ini,’’ ucapnya.
Dulu ada orang ahli ibadah namanya Barseso. Suatu ketika dia tertarik dengan orang yang lebih giat ibadah. Barseso lalu tanya kiatnya bisa lebih hebat ibadah.
Orang itu lantas berkata; Dia lebih semangat ibadah karena dulu pernah melakukan dosa besar.
Barseso pun tertarik mencoba resep tersebut. Orang itu lantas memberi pilihan tiga dosa besar.
Membunuh, zina dan mabuk. Barseso tidak mau membunuh dan zina. Akhirnya dia pilih mabuk.
’’Setelah mabuk, dia akhirnya zina dan membunuh. Makanya miras dan narkoba harus benar-benar diberantas,’’ tegasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz