JombangBanget.id – Jumat (11/7) petang yang seharusnya menjadi waktu tenang untuk beribadah, berubah mencekam bagi Sumarlin, 75, lansia di Dusun Karobelah 3, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung.
Ia menjadi korban perampokan brutal di dalam rumahnya sendiri saat hendak mengambil wudu untuk salat Magrib.
’’Kejadiannya pukul 17.30 WIB,’’ kata Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas.
Saat itu, Sumarlin bersiap menunaikan salat. Tiba-tiba pria tak dikenal masuk ke dalam rumah dan langsung mendorong korban dari belakang.
’’Korban jatuh tersungkur ke lantai. Saat itu pelaku mengancam dengan nada mengintimidasi; Awas koen, nek bengok-bengok tak pateni nang nggon!’’ ungkap Yogas menirukan ucapan pelaku.
Dalam posisi terjatuh dan ketakutan, Sumarlin hanya bisa pasrah ketika pelaku merampas dua perhiasan emas yang melekat di tubuhnya — satu kalung dan satu gelang.
Belum puas, pelaku juga sempat memukul wajah korban dengan tangan kosong, menyebabkan memar di bagian mulut.
’’Setelah merampas perhiasan senilai Rp12 juta, pelaku melarikan diri lewat pintu belakang rumah. Korban yang masih terguncang berusaha berteriak minta tolong, namun suara lirihnya tak langsung terdengar,’’ urainya.
Warga baru berdatangan beberapa saat kemudian, setelah Sumarlin keluar rumah sambil berteriak histeris.
’’Korban sangat syok. Apalagi kejadian berlangsung begitu cepat dan di waktu yang biasanya sunyi,’’ terang Yogas.
Kejadian tersebut dilaporkan warga bernama Pramuhaji. Saat mendatangi rumah Sumarlin sekitar pukul 18.30 WIB, ia mendapat cerita langsung dari korban yang masih dalam keadaan gemetar.
Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan barang bukti dan penelusuran rekaman CCTV yang merekam pergerakan pelaku.
’’Ini termasuk pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 365 KUHP. Kami sedang berupaya keras untuk mengidentifikasi dan menangkap pelakunya,’’ tegasnya. (riz/jif/riz)
Editor : Achmad RW