JombangBanget.id - Penemuan jasad Lukman, 47, dalam kondisi sudah membusuk di kamar kontrakan di Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung, Jombang sontak menghebohkan warga sekitar.
Salah satu tetangga korban menyebut sudah sekitar sebulan lebih tidak pernah melihat batang hidung tetangganya tersebut.
Rumah kontrakan tersebut sudah lama sepi.
Terakhir warga sempat mendengar keduanya terlibat cekcok hebat.
Setelah itu, istri sirinya, Fauziah Priahatiningsih, 47, diketahui pindah ke rumah kontrakan baru.
”Sebelum pindah itu memang ada cekcok, kejadiannya sekitar satu bulan lalu itu,” terang Lutvia, 24, salah satu tetangga korban.
Dijelaskan, pasangan Lukman dan Fauziah diketahui sudah sekitar 10 tahun mengontrak di rumah milik Suparmi di Dusun Karangtengah.
Sehari-harinya mereka jarang bertetangga lantaran sehari-harinya sibuk menjalankan usaha mebel milik Lukman.
”Jadi, sehari-harinya itu memang ya pagi pergi kerja, nanti sorenya pulang,” lontarnya.
Warga juga sempat bertanya-tanya, sebab waktu itu Fauziah terlihat meninggalkan rumah sendirian.
”Waktu meninggalkan rumah itu sendiri dia, suaminya sudah tidak terlihat lagi setelah itu,” imbuhnya.
Baca Juga: Kejaksaan Terima Berkas Tiga Tersangka Kasus Pembunuhan dan Pemerkosaan Siswi SMA Sumobito Jombang
Setelah kejadian itu, Fauziah juga terlihat sempat beberapa kali mendatangi rumah kontrakan tersebut.
”Setelah pergi itu, dua hari setelahnya sempat datang lagi, cuma lihat rumah kemudian pergi lagi,” imbuhnya.
Meski kondisi jasad Lukman sudah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, ia dan warga sekitar mengaku tak pernah menyadari bau tersebut.
”Sebelumnya tidak pernah tercium bau, di samping rumah itu ada ayam, yang bau paling dari bau kotoran ayam itu saja, kalau bau busuk tidak ada,” pungkasnya.
Terpisah, Kepala Desa Johowinong Rojiun Widodo membenarkan pasangan Lukman dan Fauziah tinggal mengontrak di rumah tersebut.
”Pak Lukman ini warga Catakgayam, sementara bu Fauziah ini aslinya Carangrejo, Kesamben, sudah lama mereka tinggal mengontrak rumah ini,” lontarnya.
Keduanya juga belum mencatatkan pernikahan secara resmi. Saat dimintai dokumen terkait pernikahan, mereka selalu beralasan masih dalam proses.
”Kalau dokumen pernikahan resmi belum ada, kemungkinan memang masih nikah siri,” imbuhnya.
Dari keterangan warag sekitar, rumah kontrakan tersebut sudah hampir dua bulan terakhir tak dihuni.
Kondisinya juga terkunci dari luar dan tak pernah terlihat ada aktivitas.
”Rumah ini sudah hampir dua bulan tidak ditempati, dan posisinya selalu terkunci. Makanya waktu saya datang pertama waktu mengecek juga kayak tidak ada apa-apa,” imbuhnya.
Bahkan, bau menyengat yang muncul dari jasad korban disebutnya juga tak tercium sama sekali sebelumnya.
”Memang awalnya tidak ada bau juga, karena mungkin ditutup kasur sama selimut. Begitu penutup penutupnya dibuka itu baru tercium bau menyengat,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz