JombangBanget.id – Penyidik kepolisian terus mendalami penyebab kebakaran Pasar Kliwon Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang yang menghanguskan puluhan kios pedagang, Jumat (9/5) sore.
Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengambil keterangan sejumlah saksi.
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono mengatakan, hingga kini pihaknya masih mendalami insiden kebakaran Pasar Mojoduwur.
Selain melakukan olah TKP, pihaknya juga sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab kebakaran.
”Untuk saksi masih kami periksa pemilik kios, saksi awal yang melihat asap dicurigai titip awal asal,” terang AKP Margono kepada Jawa Pos Radar Jombang, Minggu (11/5).
Dijelaskan Margono, usai menerima laporan kebakaran pasar, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi.
”Saat kejadian, tim ident polres sudah olah TKP, untuk labfor polda tidak diterjunkan,” singkatnya.
Sementara itu, Kasi Pemadam Kebakaran BPBD Jombang Syamsul Bahri mengatakan, dari hasil pendataan yang dilakukan pihaknya, dampak kebakaran yang menimpa Pasar Kliwon Mojoduwur cukup massif.
”Kurang lebih ada 20 lapak yang terbakar dengan luas keseluruhan mencapai sekitar 20x30 meter,” singkatnya, Sabtu (10/5).
Sebelumnya, Pasar Kliwon Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno mengalami kebakaran hebat, Jumat (9/5) sore.
Tidak ada korban jiwa darib insiden kebakaran, namun puluhan lapak pedagang hangus terbakar.
Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Dugaan awal dipicu peristiwa korsleting listrik.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.30. Salah satu warga mengetahui ada kepulan asap dari dalam area pasar disusul kobaran api.
Banyaknya material yang mudah terbakar membuat api cepat membesar dan meluas.
Sejumlah pedagang yang segera datang ke pasar dibantu warga berusaha memadamkan api dan serta menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam kios.
Beruntung sekitar 17.00, petugas damkar Ngoro segera tiba di lokasi.
Tak hanya itu, mobil pemadam kebakaran Jombang, Mojoagung, dan Ploso juga didatangkan ke lokasi.
Petugas bekerja keras memadamkan api. Sekitar pukul 19.30, seluruh api telah berhasil dijinakkan.
”Saya dikabari sekitar pukul 16.30 itu kejadiannya, saya datang sini apinya sudah besar sekali,” terang Siti Romlah, 45, pedagang Pasar Mojoduwur.
Setelah mendapat kabar pasar terbakar, ia bergegas menuju pasar.
Saat itu, banyak pedagang panik berusaha menyelamatkan barang-barang berharga di kiosnya masing-masing.
Sementara api terus membesar dan merembet ke kios-kios lainnya. Belum diketahui pasti dari mana api berasal.
Namun, dari informasi yang ia dapat, diduga api pertama muncul dari salah satu kios penjual snack.
”Infonya api pertama muncul dari toko snack, sama gerabah, terus menyebar, tapi saya kurang tahu pastinya seperti apa,” imbuhnya.
Terpisah, Kapolsek Mojowarno AKP Trisula menjelaskan, kebakaran Pasar Kliwon Mojoduwur diketahui sekitar pukul 16.30.
Saat itu, salah satu pedagang, Zainul, 50, melihat api sudah membakar kios yang menjual makanan ringan milik Abdul Goni.
”Titik awal api berasal dari toko snack milik Abdul Goni yang diduga akibat korsleting listrik,’’ jelasnya kepada wartawan, Sabtu (10/5) pagi.
Dibantu warga sekitar, Zainul berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke kios di sekitarnya.
Namun, api dengan cepat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa dari insiden kebakaran, namun sekitar Sembilan kios pedagang hangus terbakar.
’’Kerugian materiil ditaksir sekitar Rp 200 juta, tidak ada korban jiwa,’’ terangnya (yan/naz)
Editor : Ainul Hafidz