JombangBanget.id – Polisi masih buntu dalam menangani gangster yang menyerang Imam Syafi’i, pemuda Jogoroto, Jombang, Selasa (29/4) dini hari.
Korban belum bisa diperiksa karena masih belum sadar di RSUD Jombang.
’’Sampai hari ini (kemarin), korban masih belum bisa diperiksa, karena masih baru selesai operasi pada Jumat (2/4),’’ kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Pemeriksaan kepada korban akan jadi kunci terbukanya kasus ini.
Karena dalam pemeriksaan sebelumnya, para saksi yakni teman korban hingga saksi di lokasi belum bisa menerangkan ciri-ciri pelaku secara jelas.
’’Untuk pemeriksaan teman korban dan saksi di lokasi memang masih minim keterangan, tetap kuncinya di korban,’’ imbuhnya.
Karena itu, hingga kini pihaknya harus menunggu korban benar-benar pulih untuk bisa diperiksa.
’’Sampai saat ini untuk saksi masih tiga orang rekan korban, sama saksi di lokasi itu saja, petunjuk juga masih minim,’’ terangnya.
Terpisah, Direktur RSUD Jombang, Dr dr Ma’murotus Sa’diyah, membenarkan jika kondisi korban hingga kini masih lemah setelah menjalani operasi.
Imam Syafi’i baru saja menjalani operasi pembedahan tengkorak kepala untuk memperbaiki luka parah yang dialami sebelumnya.
’’Operasi kraniotomi dilakukan Jumat (2/5) dan hari ini (kemarin) kondisinya membaik,” ungkapnya.
Baca Juga: Usai Cari Makan Sahur, Remaja di Jombang Babak Belur Dikeroyok Gangster, Polisi Buru Pelaku
Jika kondisinya stabil, korban baru bisa pulih dan sehat lima hari ke depan.
Sebelumnya, aksi penganiayaan yang dilakukan gangster menimpa Imam Syafi’i, di Jalan Raya Desa Jogoroto, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Selasa (29/4) dini hari.
Dari pemeriksaan awal yang dilakukan petugas kepada sejumlah saksi, diketahui saat itu korban dibuntuti dan dikejar enam orang pemuda berpakaian hoodie hitam sebelum penganiayaan berlangsung.
Imam bersama empat rekannya yang menaiki tiga motor berbeda, mencoba menghindar dengan memacu motor.
Hingga akhirnya, Imam ditemukan sudah terjatuh dari motornya dan terkapar di jalan dengan luka parah di bagian depan dan belakang kepala. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz