Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemuda Jogoroto yang Jadi Korban Penyerangan OTK Masih Dirawat di RSUD Jombang, Begini Kondisinya

Achmad RW • Rabu, 30 April 2025 | 13:03 WIB
Kondisi korban penyerangan OTK di Jogoroto Jombang yang tengah dirawat di rumah sakit
Kondisi korban penyerangan OTK di Jogoroto Jombang yang tengah dirawat di rumah sakit

RadarJombang.id - Imam Syafii,19, yang jadi korban penyerangan OTK di Jogoroto Jombang hingga kini masih terbaring lemas di rumah sakit.

Pihak rumah sakit menyebut korban kini harus bersiap menjalani operasi.

Hal itu, karena luka pada bagian kepala korban terhitung cukup parah dan serius.

“Jadi benar, untuk pasien IS (Imam Syafii,Red) memang masih menjalani perawatan, korban menderita luka serius,” terang Direktur RSUD Jombang dr Ma’murotus Sa’diyah (29/4).

dr Eyik, sapaan akrabnya merinci beberapa luka yang ditemukan pada badan korban adalah gegar otak ringan serta patah pada tulang.

“Jadi ada indikasi gegar otak, juga patah tulang pada sekitar mata,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menegaskan adanya luka sobek yang cukup dalam pada bagian kepala korban.

“Ada luka bacok yang cukup dalam sehingga perlu diperbaiki melalui operasi,” lontarnya.

Hingga kini, dr Eyik menyebut proses perawatan intensif masih diberikan kepada korban.

“Dalam waktu dekat, masih direncanakan pembersihan luka dan operasi tengkorak,” lontarnya.

Ironisnya, korban penyerangan OTK ini juga tak memiliki BPJS Kesehatan.

“Korban tidak punya BPJS, biayanya nanti akan ditanggung pemerintah daerah,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Margono Suhendra membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Identitas korban atas nama Imam Syafi'i usianya 19 tahun," tuturnya.

Pihaknya pun menegaskan bahwa saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, guna menemukan OTK tersebut, sembari menunggu kesehatan korban pulih.

"Saat ini masih belum bisa dimintai keterangan karena diutamakan tindakan medis dulu karena takut berakibat fatal, jadi kalau nanti dia sadar diri, sudah tidak dalam pengaruh obat bius baru kita mintai keterangan," kata Margono.

Ditanya apakah luka yang dialami korban adalah luka bacok akibat benda tajam yang dilakukan oknum gangster, Margono mengaku masih belum bisa memastikan hal tersebut.

"Masih belum, saya masih belum ini. Yang jelas ini masih belum bisa mintai keterangan, korban masih di RSUD Jombang," pungkasnya. (riz)

Editor : Achmad RW