JombangBanget.id – Kasus pemerkosaan yang menimpa Bunga, 16, (bukan nama sebenarnya) tak luput dari sorotan dari kalangan aktivis pegiat perempuan.
Pasalnya, dari tujuh pelaku,batu empat pelaku yang berhasil ditangkap.
Sementara empat pelaku lain hingga kini masih buron.
Women Crisis Center (WCC) Jombang mendorong pihak kepolisian terus melakukan upaya dan segera menangkap empat pelaku yang masih tersisa.
”Informasi yang kami himpun, saat ini korban tidak mau kembali ke sekolah karena mengalami trauma,” terang Ana Abdillah, Direktur WCC Jombang.
Pihaknya juga mendorong pihak kepolisian bisa cepat melacak keberadaan empat pelaku pemerkosaan yang hingga kini belum tertangkap.
”Kami mendorong pihak kepolisian harus segera menangkap, karena ini berkaitan juga dengan trauma dan psikologis korban,” lontarnya.
Ana menyebut, selain trauma psikologis akibat pemerkosaan itu, korban dan keluarganya diduga juga mengalami beragam intimidasi hingga pengancaman.
”Seperti banyak teman pelaku yang mempersalahkan korban karena melaporkan pelaku,” terangnya.
Bahkan, karena masalah itu trauma itu, korban disebut Ana makin berat dan kemungkinan korban tidak berani tinggal di Jombang.
”Kemungkinan korban tidak mau lagi tinggal di Jombang, korban masih merasa ketakutan,” tambahnya.
Bahkan, ancaman disebut Ana tak hanya datang dan menimpa korban saja. Ibu korban, disebutnya sempat juga mengalami tindakan intimidasi.
”Berdasarkan informasi dari ibunya korban, ada pihak keluarga pelaku yang melakukan ancaman ke korban dan keluarga,” lontarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra juga memastikan pihaknya masih terus berupaya untuk bisa menangkap empat pelaku pemerkosaan yang hingga kini masih buron.
”Sampai hari ini masih DPO, dan kami masih melakukan perburuan,” terangnya.
Senada, Kepala UPTD PPA Kabupaten Jombang Moh Musyafik membenarkan jika Bunga mengalami trauma berat pascakejadian.
”Dia belum mau bersekolah kembali, karena mungkin ada rasa malu atau apa begitu,” terang Moh Musyafik.
Syafik menyebut secara fisik korban memang tak mengalami luka ataupun cedera berat.
Namun, kondisi mental korban disebutnya masih sangat labil.
”Bisa dibilang korban memang mengalami trauma berat. Pendampingan psikologis juga sudah kita berikan,” lontarnya.
Pemkab Jombang melalui Dinas PPKB-PPPA Jombang, menyebut juga telah memberikan beberapa opsi kepada korban.
Seperti menawarkan untuk pindah ke sekolah lain.
”Usulan itu sudah diamini sama ibu korban sebenarnya, namun mungkin dari korban sendiri yang masih butuh waktu untuk memutuskan, sehingga sampai hari ini belum ada keputusan memang,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, siswa tingkat SLTA di Jombang menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan tujuh pemuda pada Desember 2024 lalu.
Tujuh pelaku masing-masing EA, 19, DR, 16, AP, 16, serta R, D, W, dan C.
Sebelum melakukan pemerkosaan terhadap korban, para pelaku lebih dulu menggelar pesta miras.
Setelahnya mereka memperdayai korban hingga berhasil mengajak korban ke kos-kosan.
Di tempat itu, pera pelaku tega menggilir korban. Orang tua korban selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Setelah mendengar keterangan korban, polisi berhasil mengendus identitas tujuh pelaku.
Dari hasil pengejaran, tiga pelaku berhasil diringkus. Sementara empat pelaku lain masih bebas berkeliaran. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz