JombangBanget.id – Identitas mayat pria korban mutilasi yang ditemukan warga di saluran irigasi di Jombang akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Agus Soleh, 37, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.
Korban yang diketahui bekerja di perusahaan percetakan di Kabupaten Mojokerto sudah menghilang sejak 8 Februari lalu.
Selain dari ciri fisik korban, orang tua korban baru tersadar setelah menerima informasi dari orang yang mengaku sebagai korban.
Sementara itu, polisi berhasil mengamakan terduga pelaku.
Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Jatirejo Arifah membenarkan bahwa mayat pria korban mutilasi merupakan warganya.
”Benar, sudah teridentifikasi, ini saya bersama jenazah proses pemulangan,” terang Kades Jatirejo Arifah kepada Jawa Pos Radar Jombang, Rabu (19/2).
Arifah menerangkan, korban pamit keluar rumah sejak Sabtu (8/2). Sejak saat itu korban menghilang dan tidak pernah memberikan kabar.
Selama ini pihak keluarga juga sudah berusaha mencari namun tidak pernah ada kabar.
Hingga setelah hampir dua pekan berlalu, Selasa (18/2) siang tiba-tiba ponsel korban aktif dan memberitahu pihak keluarga bahwa korban berada di Bali dan meminta keluarga untuk tidak usah mencari-cari.
Keluarga korban seketika merasa curiga, terlebih saat ditanya alamat tempatnya tinggal, si penelepon enggan memberitahu.
Bahkan saat diminta ibunya segera pulang, si penelpon yang mengaku dirinya sebagai Agus Soleh menolak.
”Dia (si penelepon) mengaku sebagai korban dan bilang sekarang berada di Bali, tapi ketika didesak di Bali mana, penerima telepon tidak mau menjawab. Penerima telepon juga tidak mau ketika disuruh pulang oleh ibunya,” ujar Arifah.
Informasi itu disampaikan kepada pihak kepolisian dan segera ditindalanjuti Satreskrim Polres Jombang.
Orang tua korban selanjutnya diarahkan mengecek kondisi jenazah korban mutilasi di RSUD Jombang.
Setelah dicek dari fisik korban, ternyata identik.
”Memang tes DNA belum keluar, namun dari ciri fisik identik dengan korban dan sudah diakui juga sama pelakunya,” jelas Arifah.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan membenarkan terkait terungkapnya identitas korban.
”Alhamdulillah benar, saat ini sedang dikembangkan,” singkat Kapolres Ardi.
Sementara itu, setelah berhasil mengidentifikasi jasad korban, polisi bergerak cepat memburu pelaku mutilasi.
Hasilnya, Rabu (19/2) pagi, polisi berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku.
Salah satunya EF, 39, warga Dusun Plosowedi, Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang.
”Penangkapannya tadi, sekitar pukul 07.00, langsung ditangkap di rumahnya kok tadi,” ungkap salah satu warga Plosowedi kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Wanita ini menjelaskan, penangkapan pelaku itu berlangsung cepat. Pelaku yang pagi itu sedang asyik tidur tak menyangka kedatangan petugas yang menyamar sebagai petugas PLN.
”Pakai baju petugas PLN tapi mobilnya mobil biasa, langsung masuk, terus masnya itu dibawa ke ruang tamu, terus ditangkap,” lontarnya.
Penangkapan itu dibenarkan Warsono, ketua RT tempat EF tinggal. Ia menyebut, polisi pagi itu memang datang dan melakukan penangkapan terhadap warganya.
”Ditangkap di rumah tadi, dan langsung dibawa ke mobil polisi,” terangnya.
Dalam penangkapan itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor dan handphone yang diduga milik korban.
”Tadi ada motor Honda Scoopy yang dibawa, katanya barang bukti, mungkin milik korban, sama HP,” lontarnya.
Kepala Desa Plosogeneng Bimo Ryo Herdiawan juga membenarkan penangkapan warganya itu.
”Iya benar tadi pagi, tapi infonya ditangkapnya tidak sendirian, ada satu orang lagi inisial F, yang bukan warga sini,” ungkapnya.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan membenarkan penangkapan terduga pelaku itu. Pihaknya menyebut hingga kini masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus itu.
”Alhamdulillah benar, saat ini sedang dikembangkan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (19/02).
Seperti diberitakan sebelumnya, potongan tubuh manusia tanpa kepala ditemukan warga saat mencari ikan di saluran irigasi Dusun Dukuhmireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Rabu (12/2) siang.
Saat ditemukan kondisi mayat pria tanpa busana dan sudah mengeluarkan bau menyengat. Posisi mayat tertelungkup di saluran irigasi sawah yang cukup sempit.
Selang beberapa jam, warga dikejutkan dengan penemuan potongan kepala manusia di sungai Ngotok Ring Kanal Dusun Kedunglempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang.
Jaraknya sekitar 3 kilometer dari penemuan tubuh manusia tanpa kepala. Saat ditemukan, kondisi potongan kepala manusia sudah membusuk. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz