Jombangbanget.id - Sepekan berlalu, polisi masih kesulitan mengungkap identitas mayat pria korban mutilasi.
Hingga kini potongan tubuh dan kepala manusia masih masih disimpan di kamar jenazah RSUD Jombang.
Jika sampai 30 hari tidak ada kejelasan terkait identitas atau pihak keluarga korban, sesuai SOP (standar operasional prosedur) pihak rumah sakit akan memakamkam jenazah.
Direktur RSUD Jombang dr Ma'murotus Sa'diyah menyampaikan, sesuai SOP penyimpanan jenazah di Ruang Paviliun RSUD Jombang maksimal 30 hari.
Setelah batas waktu itu, pihak rumah sakit akan mengubur jenazah itu di pemakaman khusus.
”Jika dalam 30 hari belum ada tanda-tanda, belum diambil oleh pihak keluarga dan lain-lain, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan izin pemakaman dan selanjutnya dimakamkan di pemakaman khusus,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Baca Juga: Identitas Korban Mutilasi di Jombang Belum Terungkap, Polisi Sebar Informasi Ciri-Ciri Mayat
Menurut dia, meskipun belum terungkap, ia akan menjalankan pemakaman sesuai prosedur.
Dalam prosesnya, juga dilakukan identifikasi dan registrasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
”Pemakaman khusus ini, setiap makam ada identifikasi, registrasi dan data di kami manakala dibutuhkan penggalian jenazah dan sebagainya, ini sangat membantu," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga dikagetkan dengan penemuan mayat pria tanpa kepala di saluran irigasi Dusun Mireng, Desa Dukuharum, Kecamatan Megaluh dan penemuan potongan kepala manusia di Sungai Ngotok Ring Kanal Dusun Kedunglempuk, Desa Pesantren, Kecamatan Tembelang, Rabu (12/2) sore adalah satu kesatuan.
Hal itu berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan petugas RS Bhayangkara Kediri.
Meski begitu, hingga kini polisi belum berhasil mengungkap identias korban mutilasi tersebut.
Salah satunya, minimnya saksi mata dan petunjuk di lokasi kejadian.
Selain itu, kondisi mayat juga sudah mulai membusuk saat ditemukan.
Polisi terus berupaya menyebar informasi terkait ciri-ciri mayat.
”Sampai hari ini jasad korban belum teridentifikasi, kami masih berupaya melakukan pencarian dan pencocokan,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra, Minggu (16/2).
Margono menjelaskan, hingga Minggu (16/2) sudah ada salah satu keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Namun, dari ciri-ciri dan indikasi awal, pria yang dilaporkan hilang itu tidak terlalu cocok.
”Misalnya dilaporkan hilangnya sudah dua bulan, kondisinya kan memang berbeda latarnya dengan kasus ini ya,” terangnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz