Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tiga Pembunuh Siswi SMA asal Sumobito Jombang Dibekuk Polisi, Korban Digilir Sebelum Dibuang ke Sungai

Achmad RW • Jumat, 14 Februari 2025 | 16:32 WIB
Polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan siswi SMA asal Sumobito, Jombang secara terpisah.
Polisi menangkap tiga pelaku pembunuhan siswi SMA asal Sumobito, Jombang secara terpisah.

JombangBanget.id – Upaya polisi mengungkap kasus pembunuhan terhadap PRA, 19, siswi SMA asal Kecamatan Sumobito, Jombang yang jasadnya ditemukan di Saluran Induk Mrican Kanan, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh (11/2) membuahkan hasil.

Polisi berhasil menangkap tiga pelaku secara terpisah.

Salah satu pelaku terpaksa dihadiahi timah panas di bagian kakinya lantaran melawan saat akan ditangkap.

Ketiga pelaku, yakni AP, 18, remaja asal Kecamatan Perak sebagai otak pelaku kejahatan ini sekaligus pacar korban.

Selain itu ada juga dua pelaku lain, yakni AT, 18, dan Lutfi Innahu, 32, keduanya warga Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

”Alhamdulillah, untuk kasusnya sudah terungkap. Ada tiga pelaku yang kita tangkap dan memang ada unsur penganiayaan, persetubuhan hingga pembunuhan,” terang Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan.

Kepolres menerangkan, ketiga pelaku berhasil ditangkap secara berantai pada Rabu (12/2). ”Awalnya dari wilayah Gudo, kami kembangkan sampai ke Kediri,” lontarnya.

Dalam pemeriksaan, pelaku AP, 18, yang juga otak pelaku kejahatan mengaku awalnya mengenal korban lewat medsos (media sosial).

Dari perkenalan itu, hubungan keduanya semakin dekat.

Singkatnya, pada Senin (10/2) sore, pelaku berhasil memperdayai korban untuk bertemu di wilayah Mojowarno.

Tak menyadari niat jahat pelaku, korban pun mengiyakan ajakan tersebut.

Baca Juga: Begini Kesaksian Warga Temukan Mayat Tanpa Kepala di Saluran Irigasi Megaluh Jombang

Agar dibolehkan keluar membawa motor, korban berpamitan kepada keluarganya untuk COD (Cash On Delivery).

”Ternyata itu alasan korban untuk bertemu dengan pacar yang baru dikenalnya lewat medsos tersebut,” imbuh kapolres.

Keduanya akhirnya bertemu di daerah Mojowangi, Kecamatan Mojowarno.

Setelah dari Mojowarno, pelaku AD berhasil membujuk korban agar mau diajak ngopi ke wilayah Kecamatan Perak.

Setelah asyik nongkrong di Perak, pelaku AD kemudian mengajak korban untuk pergi ke rumah pelaku AT, salah satu teman pelaku di wilayah Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.

Lagi-lagi korban menuruti saja kemauan pelaku. Sesampainya di rumah AT, korban sempat ditinggal sendirian, sementara kedua pelaku keluar membeli minuman keras.

”Korban sempat diminta menunggu di rumah tersebut, sementara pelaku AP dan AT pergi membeli minuman,” ungkapnya.

Saat kembali, keduanya pelaku mengajak serta pelaku Lutfi untuk datang hingga mereka terlibat pesta miras.

Setelah puas menenggak miras, ketiga pelaku kemudian mengajak korban ke areal persawahan di Desa Godong, Kecamatan Gudo.

”Di situlah korban berupaya diperkosa oleh para pelaku ini,” terangnya.

Korban sempat melawan, namun para pelaku dengan sadis menganiaya korban di bagian perutnya hingga korban mengalami pendarahan.

Hal ini sesuai hasil otopsi yang dilakukan RS Bhayangkara Kediri, di mana ditemukan ada luka pada bagian perut korban.

”Dalam kondisi tak berdaya, korban dipegangi kemudian digilir tiga pelaku,” tambahnya.

Korban yang sudah lemas tak berdaya, kemudian kembali dibonceng ketiga pelaku dan dibawa kembali ke Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri.

”Jadi AP dan AT ini bonceng tiga dengan korban di tengah, sementara LI, dia melihat di belakang,” tambah Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.

Untuk menghilangkan jejak kejahatan, ketiga pelaku tega membuang tubuh korban ke Saluran Induk Mrican Kanan di Purwoasri hingga jasad korban ditemukan warga mengapung di Saluran Induk Mrican Kanan, Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh pada Selasa (11/2) pagi.

Pelaku juga menjual motor Honda Vario milik korban seharga Rp 2,2 juta dan mambawa kabur handphone korban.

”Jadi untuk motifnya pertama karena para pelaku ini ingin menguasai harta benda korban. Kedua, karena dalam pengaruh alkohol,” tandasnya. (riz/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#sungai #Digilir #Sumobito #Megaluh #sma #pembunuhan #siswi #Jombang #korban