JombangBanget.id - Polres Jombang sudah menangkap empat remaja pelaku pengeroyokan terhadap DS, 20, di depan SPBU Perak, Minggu (9/2).
Polisi masih terus mengembangkan pelaku lainnya.
’’Sampai hari ini (11/2) upaya penangkapan sudah dilakukan, kami sudah berhasil mengamankan empat orang pelaku,’’ kata Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra.
Margono tak menjelaskan detail siapa saja pelaku yang telah berhasil ditangkap. ’’Masih kita kembangkan lagi,’’ tegasnya.
Guna pengembangan kepada sejumlah pelaku lain.
Dari pengakuan beberapa pelaku yang tertangkap, motif utama dalam pengeroyokan yakni pelaku merasa diejek.
’’Bahasanya dari korban ada sedikit ejekan sehingga terjadilah pengeroykan tersebut,’’ imbuhnya.
Disinggung terkait apakah para remaja itu merupakan anggota dari salah satu perguruan silat, pihaknya masih enggan mengungkapnya lebih lanjut.
’’Perguruan atau tidak, masih belum kami identifikasi, yang jelas pelakunya memang sejumlah remaja,’’ bebernya.
Pengeroyokan yang dilakukan rombongan konvoi beratribut perguruan silat di depan SPBU Perak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terjadi Minggu (9/2).
DS, 20, warga Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, korban pengeroyokan rombongan konvoi beratribut perguruan silat menjelaskan, semula ia dan dua temannya pulang dari mengunjungi saudaranya yang ada di Pondok Pesantren Gadingmangu.
Baca Juga: Pemkab Jombang Berencana Tarik Kunci Kios dari Pedagang Pasar Perak
Setelah itu pihaknya bersama dua temannya mengisi BBM di SPBU Perak.
’’Sekitar pukul 07.30 WIB saya ke pom Perak sama teman saya, berhenti untuk mengisi bensin,’’ kata DS.
Lantaran kondisi SPBU sedang ramai, ia pun mengantre BBM sendirian.
Sedangkan dua temannya menunggu di pintu keluar SPBU. Usai mengisi BBM, ia berniat pulang, menghampiri dua temannya itu.
Namun, tiba-tiba datang rombongan pemuda sedang konvoi memakai atribut perguruan silat, ada yang mengendarai motor dan mobil. Rombongan konvoi itu, datang dari arah timur ke barat.
Tanpa ada alasan yang jelas, rombongan konvoi itu tiba-tiba mendatangi DS dan langsung memukul.
’’Tiba-tiba gerombolan itu langsung menggeruduk saya, tanpa alasan langsung menyerang,’’ tuturnya.
Saat kejadian ia dan dua rekannya tidak memakai atribut atau identitas perguruan apapun.
DS hanya memakai jaket berwarna hitam tanpa ada tulisan atau tanda dari kelompok manapun.
’’Syukur saya memakai helm saat dipukul, namun helm saya dipaksa ditarik hingga lepas, helm saya dipukul sampai kacanya pecah. Saya sempat mempertahankan helm di kepala saya sebelum akhirnya lepas karena ditarik banyak orang, saya jatuh tetap diinjak-injak,’’ urainya.
Dua rekannya yang masih duduk di bangku sekolah berhasil melarikan diri.
’’Dua teman saya lari. Teman saya satunya sempat ditendang satu kali hingga jatuh namun langsung lari, berhasil lari,’’ bebernya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz