Jombangbanget.id - Kasus pengeroyokan yang dilakukan rombongan konvoi beratribut perguruan silat di depan SPBU Perak, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, terus menggelinding.
Perkara ini kini ditangani oleh aparat Kepolisian dari Satreskrim Polres Jombang.
DS, 20, korban pengeroyokan warga Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, salah satu korban pengeroyokan rombongan konvoi beratribut perguruan silat ini menjelaskan semula ia dan 2 temannya pulang dari mengunjungi saudaranya yang ada di Pondok Pesantren (Ponpes) Gadingmangu. Setelah itu pihaknya bersama 2 temannya mengisi BBM di SPBU Perak.
"Saya dari pondok gading mangu mau pulang, isi bensin dulu. Sekitar pukul 07.30 WIB, saya ke pom perak sama teman saya, berhenti untuk mengisi bensin," kata DS, Selasa 11 Februari 2025.
Lantaran kondisi SPBU sedang ramai, ia pun mengantre BBM sendirian, sedangkan 2 temannya menunggu di pintu keluar SPBU. Kemudian selesai mengisi BBM, ia berniat pulang, menghampiri dua temannya itu
Namun, tiba-tiba datang rombongan pemuda sedang konvoi memakai atribut perguruan silat, ada yang mengendarai motor dan mobil. Rombongan konvoi itu, datang dari arah timur ke barat.
"Waktu mengisi bensin 2 teman saya menunggu di pintu keluar pom, sebelah barat. Saya mengantri, setelah selesai saya nyamperin teman saya, ternyata ada rombongan konvoi di jalan raya dari timur ke barat," ujarnya.
Ia mengaku, tanpa ada alasan yang jelas, rombongan konvoi itu tiba-tiba menyebrang jalan dan mendatangi DS dan langsung memukul.
Bukan hanya satu orang yang memukul, namun puluhan. Bahkan korban mengaku bingung tanpa salah apa-apa ia dihajar seakan tak dikasih kesempatan untuk bertanya dan menjelaskan.
"Tiba-tiba gerombolan itu langsung nyebrang dan menggeruduk saya, tanpa alasan langsung menyerang," tuturnya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat kejadian ia dan 2 rekannya juga tidak memakai atribut atau identitas perguruan apapun, DS hanya memakai jaket berwarna hitam tanpa ada tulisan atau tanda dari kelompok manapun.
"Saya juga tidak memakai atribut apapun, sama sekali tapi tiba-tiba dikeroyok tanpa alasan," kata DS.
Ia pun menyebut sebelum, rombongan konvoi melakukan pengeroyokan, ada salah satu orang bagian dari rombongan berteriak dengan nada provokatif.
Tak hanya itu, DS mengaku rombongan konvoi yang mereka lihat sempat berteriak di jalanan menyebut nama diluar kelompok perguruan silat mereka.
Baca Juga: Kasus Preman Tewas Dimassa di Kudu Jombang, Dua Tersangka Dijerat Pasal Pengeroyokan
"Sebelum mereka mengeroyok dari kejauhan ada bagian dari mereka teriak-teriak PSHT, IKS, gitu, tapi waktu mereka mendekat tidak tanya apa-apa langsung menyerang, langsung memegangi saya dan menyerang," ujarnya.
Padahal, sambung DS dari rombongan konvoi beratribut perguruan silat itu tidak ada satupun yang ia kenal.
Sedikitnya ada 20 orang yang memukulinya. "Saya tidak ada yang kenal dengan orang yang mengeroyok, ada sekitar lebih dari 20 orang. Dan 20 orang itu memukuli saya semua, dikeroyok," tuturnya.
Ia menyebut saat itu dia dipukul tidak hanya menggunakan tangan kosong, helm milik rombongan konvoi beratribut perguruan silat itu, juga digunakan memukulinya.
Parahnya, saat ia sudah jatuh tersungkur, para pelaku tanpa ampun melayangkan tendangan ke arah tubuhnya, yang tak berdaya.
"Selain memukul pakai tangan kosong, saya dipukul pakai helm dan saya ditendang juga. Saya jatuh tersungkur masih dinjak-injak, saya lebam bagian bahu punggung sama kaki, " katanya.
Ia pun menyebut saat dikeroyok, ia masih mengenakan helm, sehingga luka yang ia alami dibagian kepala tidak terlalu parah, hanya saja helm miliknya pecah.
"Syukur saya awalnya memakai helm saat dipukul, namun helm saya dipaksa ditarik hingga lepas, helm saya dipukul sampai kacanya pecah, saya sempat mempertahankan helm dikepala saya sebelum akhirnya lepas karena ditarik banyak orang, saya jatuh tetap diinjak-injak," ujarnya.
Saat ditanya bagaimana nasib kedua temannya, ia menyebut 2 rekannya yang masih duduk di bangku sekolah ini berhasil melarikan diri. "Dua teman saya lari, yang teman saya satunya sempat ditendang satu kali hingga jatuh namun langsung lari, berhasil lari," tuturnya.
Sekitar 2 menit DS dikeroyok secara brutal dan tak manusiawi tanpa alasan yang jelas.
Hingga akhirnya ia dibantu pegawai SPBU dan warga sekitar untuk membubarkan kerumunan dan mengantarkan DS ke kantor polisi.
"Selang 2 menit saya dikeroyok ada pegawai pom sama warga sekitar melerai, hingga pengeroyok pergi. Saya langsung laporan ke polsek setelah kejadian itu, saya diantar warga sekitar, dibantu orang Perak," katanya.
Ia pun menunjukkan, surat tanda terima laporan dengan nomor STPL/06/II/2025/SPKT/POLSEK PERAK/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR, Minggu 9 Februari 2025.
Proses laporan kejadian itu dilakukan DS hingga malam hari, dengan didampingi orang tuanya, DS mendatangi Polres Jombang malam.
"Saya laporan dan langsung visum ke RSUD Jombang. Saya akhirnya disuruh ke Polres Jombang sekitar pukul 19.30 WIB, kajadian pengeroyokannya pagi, prosesnya saya sampai malam," ujarnya.
Meski selamat, dan menderita luka, DS mengaku menaruh harapan besar pada aparat kepolisian.
Ia pun berharap pelaku pengeroyokan bisa ditangkap, dan diadili.
"Saya ingin kasus ini tetap lanjut, hingga benar-benar pelaku diadili, karena saya tidak tahu apa-apa, tiba-tiba disamperin dan langsung dikeroyok," tuturnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok rombongan konvoi anggota perguruan silat kembali berulah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Minggu 9 Februari 2025, pagi.
Rombongan konvoi anggota perguruan silat ini, mengeroyok warga Kabupaten Nganjuk, tepat di depan SPBU Perak, Kecamatan Perak.
Aksi pengeroyokan anggota perguruan silat itu, terekam kamera handphone warga, dan diunggah di sejumlah media sosial (medsos) hingga viral.
Polisi Tangkap 4 Pelaku Pengeroyokan
SEMENTARA itu, Kasatreskrim Polres Jombang menyebut sudah menangkap empat remaja pelaku pengeroyokan terhadap DS, 20, di Depan SPBU Perak. Polisi, menyebut masih terus mengembangkan pelaku lainnya.
“Jadi sampai hari ini, upaya penangkapan sudah dilakukan, kami sudah berhasil mengamankan 4 orang pelaku sampai hari ini,” terang Kasatreskrim Polres Jombang AKP Margono Suhendra (11/2).
Margono, tak menjelaskan detail siapa saja pelaku yang telah berhasil ditangkap itu. Namun, pihaknya menyebut hingga kini upaya pengembangan kepada sejumlah pelaku lain masih terus dilakukan petugas. “Masih kita kembangkan lagi memang.
Baca Juga: Begini Penjelasan Kajari Jombang Soal Tujuh Tersangka Pengeroyokan di Ngusikan Dibebaskan
Pihaknya, juga menyebut dari pengakuan beberapa pelaku yang tertangkap, motif utama dalam pengeroyokan itu adalah adanya pelaku yang merasa diejek.
“Bahasanya dari korban ada sedikit ejekan sehingga terjadilah pengeroykan tersebut,” imbuhnya.
Disinggung terkait apakah para remaja itu merupakan anggota dari salah satu perguruan silat, pihaknya masih enggan mengungkapnya lebih lanjut.
“Perguruan atau tidak, masih belum kami identifikasi, yang jelas pelakunya memang sejumlah remaja ya,” pungkasnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz