JombangBanget.id – Polisi hingga kemarin belum bisa mengungkap kasus pembuangan mayat bayi di Mojoagung, Jombang.
Kendati demikian, beberapa fakta baru kembali terungkap.
Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, menyebut, dari pemeriksaan yang dilakukan dokter forensik di RSUD Jombang, bayi diduga baru dilahirkan.
’’Terlihat dari plasenta yang masih menempel pada bayi laki-laki itu,’’ ungkapnya.
Dari keterangan dokter forensik, ditemukan juga indikasi bayi dilahirkan tanpa bantuan petugas medis.
Hal itu diketahui dari jejak pemotongan tali pusar pada bayi.
’’Menurut dokter, kalau petugas medis yang menangani, pemotongan pusarnya pasti pendek atau ngepok istilahnya, tidak panjang seperti di bayi itu,’’ jelasnya.
Karena itu pula, proses penyelidikan kasus ini cukup menemui kendala.
Selain faktor kelahiran yang diduga tak dilakukan oleh petugas medis, lokasi pembuangan juga terbuka.
’’Lokasinya berada di pinggir jalan kabupaten, wilayah perbatasan juga,’’ imbuhnya.
Apalagi dari penelusuran sementara yang dilakukan pihaknya pada sejumlah bidan di Kecamatan Mojoagung, tak ada kelahiran janggal ataupun ibu hamil yang tak diketahui kehamilan dan kelahirannya.
Baca Juga: Aniaya Anak Kandung Demi Bela Selingkuhan, Ayah di Jombang Ini Masuk Bui
’’Kami sudah melakukan pelacakan dan hasilnya masih nihil,’’ ungkapnya.
Pihaknya, juga telah melakukan pelacakan sejumlah kamera CCTV di sekitar lokasi dan berharap menemukan petunjuk soal siapa pelaku pembuangan bayi itu.
’’Yang jelas upaya pencarian masih terus dilakukan, kami juga dibackup Resmob Jombang,’’ tegasnya.
Sebelumnya, sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di pinggir jalan, Senin (12/8) pagi.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, bayi yang diperkirakan baru berusia sehari itu meninggal kehabisan oksigen di dalam kresek.
Jasad bayi dengan posisi terbungkus kresek ditemukan pertama kali oleh warga saat hendak ke sawah sekitar pukul 08.30.
’’Yang tahu pertama Syamsul namanya, dia petani mau ke sawah,’’ kata Kasun Betek Barat, Zainul Nasikhin.
Warga yang sedang berangkat kerja dikagetkan dengan adanya gundukan aneh di bahu jalan kabupaten.
Karena penasaran, kemudian mendekat dan mengetahui tumpukan plastik itu ternyata mayat bayi.
’’Awalnya dikira sampah saja, karena kan tumpukan plastik, ternyata kelihatan kakinya, akhirnya tahu kalau mayat bayi,’’ imbuhnya.
Petugas kepolisian bersama perangkat desa setempat, kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan olah kejadian perkara. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz