JombangBanget.id - Kasus beredarnya video aksi tak senonoh yang diduga dilakukan dua oknum pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Jombang terus bergulir.
Merasa namanya dicemarkan, kadis P dan K Jombang didampingi kuasa hukumnya melaporkan akun Facebook Siska S ke Ditreskrimsus Polda Jatim.
Syarahuddin, kuasa hukum pelapor mengatakan, jika pihaknya sudah melaporkan akun Facebook Siska S ke Polda Jatim.
”Kami selaku kuasa hukum telah melaporkan akun Facebook Siska S yang telah mengunggah video mesum di Facebook,” jelasnya, Kamis (22/8).
Syarahuddin menambahkan, pelaporan terhadap akun media sosial tersebut dilakukan untuk meluruskan video yang sudah tersebar dengan dinarasikan sebagai kliennya.
”Kami ingin meluruskan video yang sudah menyebar, oleh karena itu kami laporkan ke polda. Insya Allah dalam waktu dekat petugas akan hadir ke Jombang untuk mengumpulkan bukti,” jelasnya.
Dalam pelaporannya itu, pihaknya menyertakan bukti tangkapan layar serta salinan dalam laporan perkara dugaan peristiwa tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik pencemaran nama baik.
”Bukti berupa tangkapan layar dan video yang kami salin dari Facebook pemilik akun Siska S. Hanya satu yang dilaporkan, tapi tidak menutup kemungkinan nantinya mengembang,” pungkasnya.
Upaya pelaporan itu, disebut Syarahuddin, dilakukan lantaran kliennya merasa dirugikan karena beredarnya video yang dinarasikan mesum tersebut.
Menurutnya, akibat tersebarnya video itu dan berujung pemberitaan, kliennya merasa dirugikan dan mengalami syok dan trauma.
”Kami memastikan beliau berdua mendapat hak yang sama di mata hukum. Karena ini bukan saja menyangkut pekerjaan namun juga keluarga mereka,” lontarnya.
Sebelumnya, video diduga dua pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang mesum di ruangan sekretaris dinas tersebar di sosial media Facebook.
Adalah akun Facebook Siska S yang membuat postingan pada 12 Agustus 2024.
Pemilik akun telah memposting sedikitnya lima video yang menampilkan sejumlah adegan mesum diduga dilakukan kepala dinas bersama sekretaris dinas P dan K Kabupaten Jombang di ruang kerja pada saat jam dinas.
Video pertama diunggah pada 12 Agustus, merupakan rekaman CCTV pada 30 Juli 2024.
Video kedua dan ketiga diunggah pada 13 Agustus, merupakan video yang sama dan diunggah sekitar pukul 11 siang.
Dalam postingannya, ia juga juga memberikan keterangan yang mencatut nama oknum pejabat dinas P dan K.
”Video mesum kadis Dikbud Jombang ini. Sangat memalukan Dinas Pendidikan dipimpin oleh orang-orang yang sangat tidak bermoral..!,” tulisnya.
Video berdurasi 4 menit 19 detik tersebut memperlihatkan seorang laki-laki dan seorang perempuan mengenakan seragam dinas (baju khaki) di sebuah ruangan yang diduga merupakan ruangan sekretaris dinas P dan K.
Keduanya tampak bermesraan, berpegangan tangan, berpelukan.
Beberapa kali, wanita yang diduga sekdin sempat keluar masuk ruangan dengan meneteng dokumen. Terlihat ia mengenakan sandal.
”Masih ada banyak video lain yang menayangkan adegan-adegan tidak sepantasnya dilakukan Kepala Dikbud dengan Sekretarisnya di kantor,” tulisnya pemilik akun Facebook Siska S.
Diikuti dengan unggahan video yang dilakukan pada 20 Agustus 2024 sekitar pukul 13.00.
Yang memperlihatkan seorang wanita dan seorang laki-laki dengan pakaian hitam putih dan kerudung pink, sedang berada di ruang yang diduga ruang sekretaris dinas P dan K.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik tersebut memperlihatkan orang yang diduga kepala dinas P dan K Jombang bersama sekretarisnya sedang duduk berdekatan.
Kemudian sang laki-laki mendekat dengan menunjukkan sebuah HP sambil memeluk perempuan diduga sekdin. Namun tak lama, sang wanita tampak menjauh.
Dikonfirmasi, Sekretaris Dinas P dan K Jombang Dian Yunitasari membenarkan jika yang dua orang dalam video tersebut adalah dirinya bersama Kepala Dinas P dan K Jombang Senen di ruangannya.
”Sebetulnya ada masalah internal di dikbud, masalah PPDB, saya protes sebetulnya, pak kadis kemudian menjelaskan dan menunjukkan data itu terlalu dekat, lalu saya suruh minggir bapak itu, dan saya berdiri,” kata Dian kepada Jawa Pos Radar Jombang (20/8).
Ia menegaskan, jika kepala dinas P dan K saat itu mendekat untuk menunjukkan data yang ada di HP-nya.
”Saya protes kenapa ada seperti ini, pak kadis menjelaskan dan menunjukkan data di HP. Saya kan bergeser itu, kalau saya mau kan saya mendekat, itu saya bergeser,” jelasnya.
Ia mengaku tak tahu, jika video yang berasal dari CCTV kantor tersebut tersebar.
”Saya shock banget lihat seperti itu, itu saya tidak tahu saya kaget juga kok ada seperti itu,” ungkapnya.
Sementara itu Senen, kepala dinas P dan K Jombang membenarkan jika pria dalam video itu adalah dirinya bersama sekretaris dinas.
”Waktu itu masalah ramai PPDB, saya menjelaskan terkait ada pengaduan atau pertanyaan saat itu, kemudian saya jelaskan,” ungkapnya.
Ia mengaku tak tau, bagaimana video tersebut bisa tersebar. Ia juga membenarkan, jika lokasi pengambilan video itu adalah ruang sekretaris dinas P dan K.
”Saya malah tidak tahu kalau video itu menyebar, sepertinya memang CCTV dari ruang administrasi, yang bisa mengakses itu, yang pasti orang internal,” pungkasnya. (riz/naz)
Editor : Ainul Hafidz