Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Di Balik Cerita Briptu FN Polwan yang Bakar Anggota Polres Jombang di Mojokerto, Alumni SMAN Ploso, Sama-sama Aktif Eksul

Wenny Rosalina • Selasa, 11 Juni 2024 | 15:00 WIB
TERTULIS: Titik salah satu guru SMAN Ploso, Jombang menunjukkan data jika Fadhilatun Nikmah dan Rian Dwi Wicaksono siswa SMAN Ploso.
TERTULIS: Titik salah satu guru SMAN Ploso, Jombang menunjukkan data jika Fadhilatun Nikmah dan Rian Dwi Wicaksono siswa SMAN Ploso.

Kasus polisi bakar polisi dalam prahara rumah tangga membuat banyak guru terkejut.

Baik Briptu RDW alias Rian Dwi Wicaksono maupun Briptu FN alias Fadhilatun Nikmah alumni SMAN Ploso, Jombang.

Keduanya, sama-sama dikenal sebagai siswa berprestasi, ramah dan santun.

WENNY ROSALINA, Jombang

SEJAK kabar Briptu Rian Dwi Wicaksono terbakar hingga 96 persen ditangan istrinya sendiri Briptu Fadhilatun Nikmah mencuat.

Grup WhatsApp guru SMAN Ploso riuh, saling menyatakan rasa kagetnya.

Maklum, keduanya alumni SMAN Ploso, Jombang.

Briptu Fadhilatun lebih tua satu tingkat dari Briptu Rian.

Fadhila masuk SMAN Ploso 2011 dan lulus 2014, sedangkan Rian masuk 2012 dan lulus 2015.

”Kalau kata guru-guru senior di sini, keduanya baik, selama sekolah juga baik-baik saja,” ucap Nur Hidayat Kepala SMAN Ploso, Jombang.

Guru senior yang pernah mengajar keduanya saling menimpali cerita.

Tidak ada kenangan buruk yang diceritakan.

Baca Juga: Kronologi Polwan Tega Bakar Anggota Polres Jombang hingga Tewas di Mojokerto

Semuanya hal baik, bahkan keduanya dinilai sebagai siswa berprestasi.

”Mereka masuk kepolisian bukan tanpa tes dan lewat jalur prestasi, tidak, mereka tetap tes kok,” ungkapnya.

Menurut Titik Romziati, koordinator guru BK SMAN Ploso, keduanya merupakan siswa berprestasi masa itu.

Dhila dikenal sebagai sekretaris OSIS yang ramah, juga anggota ekstrakurikuler rohani Islam (Rohis).

Dalam hal akademik, Dhila juga cukup cerdas, nilainya bagus, dan tidak punya catatan buruk selama menjadi siswa SMAN Ploso, Jombang.

Yang paling diingatnya, menjelang kelulusan SMAN Ploso, Jombang.

Dhila dinyatakan lolos Kebidanan Poltekkes Surabaya di jalur UTBK-SBMPTN atau sekarang disebut SNBT.

Sayang, jurusan itu dianggap tidak sesuai dengan cita-citanya yang ingin menjadi seorang polwan.

Ketika ada pendaftaran Bintara Polri 2014, ia bersama 27 temannya mendaftar.

Empat di antaranya diterima termasuk Fadhila.

”27 anak itu menulis surat pendaftaran daftar polisi di rumah saya, termasuk Fadhila memang cita-citanya sebagai polwan, makanya kesempatan di jurusan kebidanan tidak diambil,” jelasnya.

Sampai lulus hingga jadi polwan, Titik masih sering berkomunikasi.

”Mulai tidak pernah komunikasi sampai sekarang itu setelah dia menikah,” jelasnya lagi.

Baca Juga: Hendak Berangkat ke Pasar, Warga Sumobito Jombang Kaget Motornya Raib Digondol Maling

Sementara Briptu Rian sendiri juga dikenal sebagai siswa yang baik.

Dia terkenal ramah, dan sopan terhadap guru.

Dalam bidang akademik, memang Rian tidak semoncer Dhila, tapi Rian unggul di bidang non akademik.

Rian aktif di ekstrakurikuler paskirbaka sekolah. Rian juga pernah menjadi anggota paskibraka Kabupaten pada tahun 2014.

”Dua-duanya anggota ekstrakurikuler paskibra, tapi yang pernah jadi anggota paskibra kabupaten memang Rian, anaknya tinggi gagah gitu,” kenangnya.

Titik juga masih mengingat kesan, ketika ia bertandang ke Jombang untuk keperluan pajak, pernah dicegat polisi lalu lintas di Ringin Contong.

”Saya bingung, apa yang salah, ternyata tidak ada yang salah. Polisi tiba-tiba salim dan menyapa saya. Ternyata itu Rian, memang sangat santun dan baik anaknya,” kenangnya lagi.

Rian bahkan pernah datang ke sekolah setelah menjadi polisi, ia diminta untuk memberikan motivasi untuk adik-adik kelasnya, utamanya dalam bahaya penggunaan rokok vape.

Ditanya keduanya bersekolah di mana, Titik tak bisa menjelaskan banyak.

”Kalau Dhila di SMPN 2 Jombang, kalau SD ya mungkin di desa masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Purnomo salah satu guru senior SMPN 2 Jombang mengatakan, saat masih duduk di bangku SMPN 2 Jombang, Dhila tergolong siswa cerdas.

Apalagi anak desa yang berhasil sekolah di SMPN 2 Jombang saat itu masih menggunakan seleksi.

”Kan berarti anaknya pinter, bisa sekolah di SMPN 2 Jombang, itu sudah kelihatan kalau anaknya pinter,” jelasnya.

Baca Juga: Kejari Dalami Indikasi Pemkab Jombang Teledor Amankan Aset, Penyidikan Ruko Simpang Tiga Mojongapit Jalan Terus

Ia sendiri sempat mengajar di kelas Dhila. Selain rajin, Dhila tepat waktu dalam mengerjakan tugas.

”Tapi saya tidak terlalu hafal detail, karena bukan wali kelasnya, setahu saya anaknya baik dan santun,” tambah Purnomo.

Berdasar data di SMPN 2 Jombang menyebut, Briptu Fadhilatun Nikmah lahir di Jombang 23 Januari 1996.

Dia bungsu dari dua bersaudara, asal Desa Jatigedoing, Kecamatan Ploso, Jombang.

Sebelum bersekolah di SMPN 2 Jombang, Dhila siswa SDN Rejoagung yang hobi menari dan bulutangkis. (wen/bin/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#Briptu Fadhilatun Nikmah #Briptu Rian Dwi Wicaksono #rohis #Kebidanan #polwan #Paskibraka #anggota polres Jombang DIbakar Istri #Jombang #briptu RDW #SMAN Ploso #Briptu FN