Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tragis, Santri di Jombang Ini Jadi Korban Penganiayaan hingga Matanya Harus Dioperasi

Achmad RW • Kamis, 25 April 2024 | 15:00 WIB
Ilustrasi penganiayaan kepada anak.
Ilustrasi penganiayaan kepada anak.

JombangBanget.id – Kasus kekerasan terhadap anak terus terjadi di Kabupaten Jombang.

Kali ini santri salah satu ponpes di Kecamatan Peterongan, Jombang mengaku menjadi korban penganiayan yang diduga dilakukan sesama santri di pondok.

Akibat penganiayan itu, korban sampai harus menjalani operasi mata.

Kasusnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Anak saya mengalami luka robek di bagian mata kiri, sampai berdarah bahkan sampai harus dilakukan tindakan operasi,” terang DK, 41, ayah korban kepada Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (24/4).

DK menerangkan, dari penuturan anaknya, FA, 15, kejadian penganiayaan terjadi pada 8 November 2022 sore.

Saat itu korban baru balik dari rumah di Kecamatan Mojoagung ke pondok lantaran ada kegiatan di pondok.

Sekitar pukul 16.00, korban didatangi pelaku berinial NSA, 15, santri asal Kecamatan Jogoroto, Jombang.

Tanpa banyak bicara, pelaku melayangkan pukulan tepat mengenai mata korban bagian kiri.

”Seketika anak saya mengerang kesakitan, dan menutup matanya. Saat itu ada yang memukul lagi tapi anak saya tidak tahu pasti siapa yang mukul,” bebernya.

Kejadian itu pun segera diketahui pihak pondok. Melihat lukanya yang parah, korban segera dibawa ke ruang kesehatan di pondok selanjutnya dibawa ke puskesmas.

Baca Juga: Terekam CCTV, Motor Trail Milik Pengusaha Tas di Mojoagung Jombang Digondol Maling

”Saat itu disampaikan luka tersebut karena korban terjatuh dari tangga,” bebernya.

Mendapat kabar anaknya sakit, DK segera menuju ke puskesmas. Ia pun kaget melihat luka mata bagian kiri anaknya.

Melihat kondisi lukanya, pihak puskesmas akhirnya merujuk korban ke RSUD Jombang.

”Saat itu pihak pondok dan pihak keluarga pelaku juga datang dan minta maaf,” bebernya.

Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, diketahui ada bagian mata korban yang robek.

Selain itu, hasil visum diketahui penyebab luka bukan karena korban terjatuh namun diduga karena tindak pemukulan.

Tak terima anaknya diperlakukan seperti itu, korban akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi.

”Pelaku juga sudah diperiksa, termasuk dari pihak pondok juga sudah diambil keterangan,” bebernya.

Tidak hanya itu, penyidik unit PPA Polres Jombang juga melakukan pemeriksaan tambahan lantaran diduga ada pelaku lain yang ikut memukul korban.

”Malah ada pemeriksaan tambahan juga karena diduga ada santri lain yang ikut memukul,” bebernya.

Ditanya alasan pelaku menyerang korban, DK menduga penganiayaan dipicu lantaran permintaan pelaku agar korban mengantarkan pelaku pulang ke wilayah Kecamatan Jogoroto, Jombang tidak dituruti.

”Jadi, beberapa hari sebelum pemukulan itu, pas anak saya di rumah, tiba-tiba malam pelaku menghubungi minta diantar, tapi karena malam, dan tidak ada sepeda jadi anak saya tidak bisa ngantar. Nah pas balik di pondok terjadi pemukulan itu,” imbuhnya.

Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Pelaku, Terkait Pencurian Mobil di Diwek Jombang saat Ditinggal Halal Bihalal

Selain harus menanggung biaya pengobatan untuk operasi anaknya, beban DK semakin bertambah lantaran ia harus pasrah anaknya dikeluarkan dari pondok juga dari bangku sekolah.

”Setelah kejadian itu, anak saya dikeluarkan dari sekolah, padahal waktu itu sudah kelas 3 SMP, pelaku juga dikeluarkan,” bebernya.

Sayangnya, dalam perkembangannya, penyelidikan kasus ini berjalan lamban.

Hingga Desember 2023, belum ada kejelasan terkait penanganan kasusnya di kepolisian.

”Saya sempat tanyakan ke penyidik, jawabannya waktu itu tertunda lantaran penyidiknya baru saja cuti melahirkan, namun menyampaikan akan segera ditindaklanjuti,” bebernya.

Ia berharap penanangan kasusnya bisa berjalan cepat.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Sukaca belum bisa memberikan banyak keterangan terkait lambannya penanganan kasus itu.

”Yang jelas kami akan kroscek dulu ya, itu memang kasus lama, sebelum saya menjabat. Penyidiknya juga baru saja selesai cuti, sehingga kami akan cek dulu sampai mana progresnya,” singkat Kasatreskrim Sukaca. (riz/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#penganiayaan #Sekolah #ponpes #pondok #Santri #Jogoroto #Dikeluarkan #mata #operasi #Jombang #Peterongan