Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dijadwal Pekan Depan Mediasi Kedua, Soal Mata Siswa SD di Jombang Rusak Akibat Terlempar Kayu

Achmad RW • Jumat, 16 Februari 2024 | 15:15 WIB
Erna menunjukkan hasil pemeriksaan mata anaknya yang rusak akibat terlempar kayu di sekolah.
Erna menunjukkan hasil pemeriksaan mata anaknya yang rusak akibat terlempar kayu di sekolah.

JombangBanget.id – Mencuatnya kasus rusaknya mata ID, salah satu siswa SD di Jombang direspons kuasa hukum pelaku.

Kejadian itu dinilai bukan merupakan tindakan bulliying melainkan kecelakaan.

Pihaknya berharap kasusnya tidak berlanjut ke ranah hukum.

”Kami tetap berharap solusi dan tidak berlanjut ke proses hukum. Pekan depan adalah mediasi kedua, dan kami harap nanti kedua belah pihak bisa menemukan kesepakatan,” terang Suparno, kuasa hukum GN.

Menurutnya, orang tua GN tak menampik tindakan anaknya yang mengakibatkan kayu tersebut mengenai bagian mata korban.

”Jadi, terkait kejadian luka pada mata itu, kami dan klien kami selaku orang tua GN mengakui. Namun, itu adalah bentuk kecelakaan, bukan bullying,” terang Suparno kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Suparno membantah beberapa hal yang menurutnya tidak tepat dalam keterangan itu.

Misalnya dengan pembiaran yang dilakukan pihak sekolah dan kliennya.

”Kalau pembiaran saya kira tidak, sejak awal korban didampingi pihak sekolah juga kok, waktu ke rumah sakit Surabaya juga didampingi, dan kejadiannya bukan jam kosong, tapi pergantian pelajaran dan menunggu guru,” lontarnya.

Pihaknya juga menjelaskan, setelah kejadian itu, sebelumnya sudah ada perjanjian damai dan pemberian santunan melalui mediasi di internal sekolah.

”Ada surat perdamaiannya, masih kami simpan,” ungkapnya sembari menunjukkan surat yang dimaksudnya itu.

Baca Juga: Kronologi Dua Truk Adu Moncong di Jalan Nasional Perak Jombang, Dua Orang Tewas

Dalam surat itu, disepakati beberapa hal mulai perpindahan kelas untuk ID, permintaan maaf dari GN.

Bahkan, beberapa hari setelah peristiwa itu, GN memilih untuk keluar dari SD itu dan pindah sekolah.

”Anak GN sudah pindah sekolah, atas kemauannya sendiri, karena memang faktor psikologis dan kenyamanan,” lontarnya.

Selain itu, permintaan untuk pertanggungan pengobatan yang diminta keluarga ID, juga sudah diberikan dan disetujui dalam surat itu.

”Asuransi sudah diberikan sekolah juga, namun ternyata kasusnya berlanjut, sampai ada laporan juga ke aparat hukum setelah itu, padahal orang tua korban juga sudah tanda tangan,” lontarnya.

Suparno juga menyebut kini kasus itu sedang bergulir di Satreskrim Polres Jombang.

Kendati masih dilakukan upaya mediasi.

”Kami tetap berharap solusi dan tidak berlanjut ke proses hukum,” pungkasnya.

Sebelumnya, mata siswa salah satu SD di Kecamatan/Kabupaten Jombang rusak setelah terlempar potongan kayu di dalam kelas saat jam kosong pada Selasa (2/1).

Orang tua korban menuntut biaya pengobatan anak sampai sembuh.

”Mata anak saya sampai sekarang belum sembuh, pengelihatannya tak lebih dari 20 persen,’’ ungkap EW, orang tua korban, kemarin. (riz/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#kecelakaan #Sekolah #kekerasan #siswa #bulliying #SD #Jombang #korban #mata rusak