Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Komisi D DPRD Jombang Soroti Pendidikan Karakter Siswa, Buntut Remaja Usia Sekolah Berada di Pusaran Kriminalitas

Wenny Rosalina • Kamis, 8 Februari 2024 | 14:25 WIB
Ilustrasi remaja usia sekolah di pusaran kriminalitas.
Ilustrasi remaja usia sekolah di pusaran kriminalitas.

JombangBanget.id – Komisi D DPRD Jombang menilai, pendidikan karakter siswa di sekolah tidak berhasil.

Ini mengaca banyaknya kasus kejahatan bahkan perbuatan asusila yang dilakukan remaja usia sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang diminta menambah bobot nilai keagamaan di sekolah.

’’Capaian pendidikan karakter perlu terus jadi bahan evaluasi kedepan. Kasus-kasus pelajar saat ini sangat memprihatinkan,’’ kata Syarif Hidaytullah, wakil ketua komisi D DPRD Jombang.

Tahun lalu, ada dua anggota gengster yang masih duduk di salah satu SMP negeri di Kecamatan Jombang.

Sejumlah pelajar digerebek di rumah kos dan kepergok melakukan hubungan asusila.

Padahal usianya masih 14 tahun dan 16 tahun. Bahkan masih mengenakan seragam sekolah.

gangBaca Juga: Hendak Ngopi, Warga Jatigedong Jombang Diserang Komplotan Gangster

Dua gengster berusia 16 dan 17 tahun juga baru diamankan karena melakukan tidak kejahatan dengan membacok korbannya hingga koma.

Hal ini disayangkan Gus Sentot, sapaan akrabnya.

’’Pendidikan karakter yang selama ini diberikan kurang maksimal, dan harus ditingkatkan,’’ jelasnya.

Apalagi, sekolah lima hari atau fullday saat ini juga dinilai membawa dampak yang tidak baik. Sebab, siswa lebih banyak libur.

Baca Juga: Sidang Tuntutan Oknum Guru SLB Cabul di Jombang Ditunda, Begini Penyebabnya

’’Apalagi sekarang lima hari kerja, lebih banyak waktu di rumah. Kalau pendidikan karakternya tidak kuat, maka akan mudah bagi siswa melakukan hal-hal yang dilarang,’’ ungkapnya.

Gus Sentot meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang untuk memberikan penguatan karakter siswa melalui pelajaran dan pembiasaan praktik agama.

Sebab, siswa usia remaja membutuhkan pembelajaran aqidah, akhlak, dan etika untuk bermasyarakat dengan baik.

’’Bobot pelajaran agama harus ditambah. Itu tugas sekolah yang bisa dikuatkan dengan kebijakan dinas. Menambah pelajaran agama, untuk membentengi siswa dalam pergaulan,’’ tambahnya.

Selain itu, juga butuh pengawasan orang tua. Serta laporan masyarakat untuk mengawasi siswa ketika berada di luar sekolah.

’’Sekolah bisa mengecek ke masyarakat sekitar, tentang bagaimana tindak tanduk yang dilakukan siswa ketika di luar sekolah,’’ tandasnya. (wen/jif/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#tidak #remaja #usia sekolah #Berhasil #kejahatan #Dinas P dan K Jombang #kriminalitas #KOMISI D DPRD JOMBANG #Pendidikan Karakter Siswa