Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Cerpen: Berbagi dengan Sahabat

Ainul Hafidz • Minggu, 4 Mei 2025 | 13:39 WIB
Ilustrasi cerpen Berbagi dengan Sahabat.
Ilustrasi cerpen Berbagi dengan Sahabat.

PAGI itu hujan turun deras, Aura melihat dari jendela kamarnya. Tiba-tiba ada telepon masuk.

Aura bergegas mengambil HP di ranjang tidurnya. Ternyata telepon tersebut dari sahabatnya, Sasya.

Di tengah ngobrol, Sasya mengatakan, ’’Aku akan menjemputmu setelah ini, pasti kamu kesepian di rumah.’’ Aura menjawab dengan bertanya,  ’’kemana?’’

’’Ke taman bunga merah, kita piknik disana.’’ Sejenak Aura memikirkan jawaban yang tepat. Dan akhirnya Aura menjawab, ’’Oke, aku tunggu ya di depan rumahku.’’

Lima menit kemudian Sasya menjemput dan tiba di depan rumahku. Sepeda motor warna merah bertuliskan Scoopy terparkir jelas di depan rumahku.

Sejenak gorden kamar kubuka dengan sudut kecil. ’’Tok..tok tok, Assalamualaikum…’’ terdengar suara perempuan di depan pintu dengan nada permisi.

Akhirnya terdengan suara pintu dibuka ’’krek..’’. ’’Ada apa ya, Nak? Mau cari siapa?’’ pertanyaan ibuku kepada Sasya.

’’Saya temannya Aura bu, saya mau mengajaknya ke taman bunga merah,’’ jawabnya.

Ibuku mempersilahkan masuk dan duduk di ruang tamu menungguku bersiap-siap.

Outfit yang kupakai celana jeans dengan saku di samping kanan dan baju tunik warna abu-abu dengan kerudung warna neavy bermotif.

’’Kreek..’’ Suara pintu kamarku terbuka, dan kulihat sayup mata Sasya tertuju padaku. ’’Ayo Sasya, kita pergi,’’ ajakku.

Baca Juga: Student Journalism: Proyek Cerpen

’’Ayo’’ jawab Sasya. Langkah kaki kami bersiap untuk berangkat ke luar rumah, dan ’’Aduh…Dompetku ketinggalan di rumah tadi,’’ ujar Sasya.

Langkahku pun terhenti, ’’tidak apa-apa nanti pakai uangku saja,’’ sajakku memberikan solusi agar Sasya tidak panik.

Akhirnya kami berangkat dengan menaiki scoopy merah punya Sasya. ’’Brrt..brrt…(suara perut Sasya).’’

Lalu, aku bertanya padanya ’’Kamu lapar Sya?’’ ’’heheheh, iya,’’ jawabnya.

Aku memberikan roti yang sudah aku bawa dari rumah. ’’Ini roti untukmu,’’ ujarku pada Sasya.

’’Terima kasih, Aura,’’ ucap Sasya. Aura juga balik mengucapkan terima kasih.

’’Sya terima kasih karena telah mengajakku pergi ke taman bunga merah, aku sangat senang sekali bisa merefresh pikiranku.’’

Sasya menjawab ’’Sama sama, kita adalah sahabat sejati, jadi tidak perlu ada kata terima kasih.’’

Jalanan sudah kita lewati, akhirnya sampai di taman bunga merah. Aura perlahan mengambil sesuatu dalam tas yang dibawa.

’’Sya, ini gelang untukmu,’’ Ucap Aura pada Sasya. ’’Untuk apa?’’ tanya Sasya.

’’Ini adalah gelang persahabatan kita, semoga kita kelak selalu menjadi sahabat yang selalu ada dalam suka maupun duka.’’

Sasya memakai gelang yang ku berikan, dan dia merasa senang karena mendapat gelang baru sebagai tanda persahabatan kita.

Baca Juga: Student Journalism: Jangan Mengambil Hak Orang!

Masing-masing kami memakai gelang tersebut, dan bercerita, sekaligus berfoto di taman tersebut. (*)

Karya:

Alifia Zahratul Azizah, siswa Kelas VII SMPT Al-Chodidjah Tebuireng, Jombang

 

 

Editor : Ainul Hafidz
#Tebuireng #SMPT #cerpen #berbagi #siswa #sahabat #Jombang