JombangBanget.id - Sebagai orang tua, Dwi Cahyoningtyas, ibu dari Axelia Vaneeta Widyaswati mendukung penuh bakat dan minat yang dimiliki anaknya.
Selain memberikan fasilitas yang menunjang bakat, Tyas juga memenuhi kebutuhan gizi putri semata wayangnya tersebut.
’’Karena kami sudah mengetahui bakat dan minat yang dimiliki anak, kami hanya memberikan fasilitas dan memenuhi kebutuhan gizinya dengan baik,’’ kata Tyas.
Menurutnya, Axel sudah terbiasa hidup dengan sangat disiplin.
Pagi ia menyiapkan diri untuk berangkat sekolah.
Pulang sekolah ia harus mengikuti latihan di klub di Kodim 0814 Jombang.
Jika jadwal latihan sedang kosong, maka Axel mengikuti bimbingan belajar (bimbel).
Pola makannya juga sangat terjaga. Axel kategori susah makan sayur. Namun Tyas tak kehabisan akal, dia mengubah sayur menjadi jus yang siap minum.
Misalnya membuat jus sawi tomat dan wortel jadi satu.
’’Anaknya ini kan susah makan sayur, tapi kalau dibuat cair begitu dia mau. Akhirnya saya sering buatkan jus sayur untuk Axel,’’ urainya.
Selain itu, Axel juga rutin mengkonsumsi susu setiap pagi.
Baca Juga: Mengenal Dzakira Syamra Assyauqie, Pianis Cilik Jombang yang Piawai Bawakan Lagu Pop
Axel juga dibiasakan untuk mengkonsumsi makanan sehat.
Seperti mengurangi konsumsi gorengan, makanan yang mengandung banyak MSG dan es karena membuat tubuh cepat lelah.
Tyas mengaku tak sengaja menemukan bakat Axel di bidang karate. Tiga tahun lalu ketika pandemi Covid-19 merebak, pembelajaran dilakukan secara daring.
Tyas tak ingin Axel waktunya dihabiskan untuk bermain HP. Salah satu cara yang ia sepakati bersama suaminya, dengan memberinya kesibukan.
Akhirnya, Axel dimasukkan klub karate.
Karena sudah merasa nyaman, Tyas semakin semangat memberikan fasilitas terbaik kepada anaknya. Termasuk mendampinginya di setiap event yang diikuti.
Saat ini, Axel sedang sangat bersemangat untuk mengikuti setiap event.
Hampir satu bulan sekali, Axel mengikuti pertandingan, baik yang kelasnya provinsi, nasional hingga internasional.
Jika berencana mengikuti pertandingan, maka latihan Axel akan ditambah dengan kelas privat. Itu biasanya dilakukan H-seminggu sebelum pertandingan berlangsung.
’’Karena dalam satu bulan dia selalu minta turun, sekarang jadi hampir setiap bulan juga ada privat,’’ ucapnya (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz