JombangBanget.id – Di usia 78 tahun, Alfan Efendi masih aktif memproduksi bendera di Kelurahan Kaliwungu, Jombang.
Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, perajin yang menekuni usaha sejak 1992 itu meningkatkan produksi dari 40-70 menjadi sekitar 400 bendera per hari akibat lonjakan pesanan.
”Kalau dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, peningkatannya cukup tinggi, bisa tiga kali lipat lebih. Biasanya sehari produksi sekitar 40 sampai 70 bendera, sekarang bisa mencapai 400 bahkan lebih setiap hari,” ucap Alfan, Senin (10/8).
Baca Juga: Jelang Muktamar NU di Jombang, Sembilan Bangunan di Lapangan Untung Suropati Dibongkar
Lonjakan pesanan mulai terasa dalam dua bulan terakhir.
Jika pada hari biasa Alfan hanya mampu memproduksi sekitar 40-70 bendera per hari, kini produksinya mencapai 400 bahkan lebih setiap hari.
Mbah Alpan mulai menekuni usaha produksi bendera di Jombang pada 1992.
Ketertarikannya berawal dari aktivitasnya di dunia politik yang kemudian membuatnya melihat peluang usaha dari kebutuhan perlengkapan perayaan kemerdekaan.
Baca Juga: Dua Aset Pemkab Jombang Bersiap Disewakan, Appraisal Masuk P-APBD
Sejak saat itu, usaha tersebut terus dijalankan hingga lebih dari tiga dekade.
Bahkan di usia lanjut, Alfan masih turun langsung dalam proses produksi sekaligus mengantarkan pesanan kepada pelanggan.
Produk yang dibuat juga tidak sebatas bendera Merah Putih.
Mbah Alpan menerima pesanan umbul-umbul serta bendera yang dilengkapi sablon logo maupun tulisan sesuai permintaan.
Untuk bendera, harganya berkisar Rp 24 ribu hingga Rp 30 ribu. Sedangkan umbul-umbul dibanderol Rp 70 ribu sampai Rp 150 ribu, bergantung jenis dan ukurannya.
”Mau yang model biasa, atau yang disablon logo sesuai permintaan pelanggan isa saja,” ujarnya.
Baca Juga: Embung Sumbergondang Menyusut, Begini Cara Petani Jombang Selamatkan Tembakau
Lonjakan pesanan menjelang Agustus juga turut mendongkrak pendapatan.
Dalam sebulan saat pesanan sedang ramai, Mbah Alpan mengaku bisa mengantongi keuntungan hingga puluhan juta rupiah. (riz/fid)
Editor : Ainul Hafidz