JombangBanget.id – Menjadi guru bukan hanya menyampaikan materi.
Bagi Muhammad Luth Zakky MPd, guru merupakan teladan karakter, penggerak prestasi, dan pendamping adaptasi siswa pada perkembangan zaman.
Karena itu, guru Bahasa Indonesia MAN 7 Jombang di Desa Keboan, Kecamatan Ngusikan ini mengkombinasikan karakter, prestasi hingga literasi digital.
’’Guru adalah teladan karakter dan pergerakan. Tidak cukup hanya menyampaikan materi, guru harus aktif memajukan murid agar adaptif pada kebutuhan zaman,’’ katanya.
Zakky lahir di Jombang 14 November 1986. Merupakan anak pertama dari pasangan Muhammad Ilyas dengan Nur Chasanah.
Perjalanan akademiknya cukup panjang dan konsisten.
Dia menempuh pendidikan mulai dari MI Nidhomiyah lulus 1999, dan MTsN Tambakberas (sekarang MTsN 3 Jombang) lulus 2002. Serta MAN 1 Jombang lulus 2005.
Ia kemudian menyelesaikan studi sarjananya di STKIP PGRI Jombang (sekarang Universitas PGRI Jombang) pada 2009 dan S2 di Universitas Darul Ulum Jombang pada 2023.
Karirnya di dunia pendidikan juga beragam. Zakky sempat mengajar di MI Miftahul Ulum 2007–2011. Lalu MAN 8 Jombang 2018–2019.
’’Pernah menjadi guru BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) di LPPI Tambakberas sejak 2013. Lalu jadi ASN Guru Bahasa Indonesia MAN 7 Jombang 2025,’’ terangnya.
Nilai yang selalu ia tanamkan kepada siswa, prestasi dan akhlak.
Siswa diingatkan untuk tidak hanya mengejar nilai, tetapi juga mengasah kemampuan melalui berbagai kompetisi dan pengalaman.
Sambil menumbuhkan karakter sebagai murid madrasah yang berakhlak.
Zakky memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca, mengikuti perkembangan teknologi gawai, dan menjelajah candi serta situs era klasik.
’’Ini menambah wawasan dan perspektif, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa,’’ ujarnya.
Zakky tinggal di Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang.
Bersama sang istri, Farida Noor Kholidah SPd, ia menanamkan nilai pendidikan dan karakter pada anak-anaknya.
Dalam mendidik anak-anaknya, ia menekankan prinsip kemandirian, logika, dan empati.
’’Jadilah pribadi yang cerdas. Saring informasi secara logis agar tidak mudah terombang-ambing hoaks. Miliki kemauan tangguh untuk belajar mandiri, dan tetap asah empati,” pesannya.
Melalui dedikasi mengajarnya, Zakky membuktikan menjadi guru masa kini bukan hanya mengajar.
’’Tetapi membentuk karakter, prestasi, dan kesiapan murid untuk menghadapi tantangan dunia modern,’’ tegasnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz