JombangBanget.id - Nama Jombang kembali harum di tingkat nasional.
Dr. Zainal Muttaqin, S.Kom., M.I.Kom., CPR., santri Tambakberas sekaligus alumni MAN 3 Jombang, meraih penghargaan Silver Winner Insan Public Relations 2026 dalam ajang bergengsi Public Relations Indonesia Awards (PRIA) 2026 di Yogyakarta, Jum'at (13/2).
Bagi Zainal, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian personal.
Ia menyebutnya sebagai amanah sekaligus tanggung jawab moral untuk terus mengembangkan komunikasi publik yang beretika dan membangun kepercayaan.
”Ruang digital hari ini dipenuhi disinformasi, fitnah, dan kebencian. Kalau komunikasi publik tidak dikelola dengan baik, kepercayaan masyarakat bisa runtuh,” ujarnya.
Sebagai praktisi sekaligus akademisi komunikasi, Zainal dikenal luas sebagai salah satu tokoh kehumasan pemerintah yang konsisten mendorong inovasi dan profesionalisme.
Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Bagian Humas di Kantor Gubernur Jawa Timur.
Namun, akar identitasnya tetap kuat sebagai santri.
Latar belakang pendidikan di Pesantren Tambakberas Jombang membentuk pandangannya bahwa komunikasi bukan hanya soal strategi, tetapi juga akhlak.
Dari pengalaman panjangnya di dunia birokrasi dan pendidikan, ia merumuskan SAKTI Framework—akronim dari Sigap, Akurat, Kredibel, Terbuka, dan Inklusif.
Kerangka ini ia tawarkan sebagai solusi praktis untuk membangun humas yang humanis, baik di instansi pemerintahan maupun pesantren.
Baca Juga: Menjadi Pendidik Sejak 1998, Berikut Profil Kepala MAN 6 Jombang Misbakhul Arif
"Sigap dalam merespons isu, akurat dalam menyampaikan data, kredibel dalam tindakan, terbuka kepada publik, dan inklusif dalam merangkul perbedaan. Itu prinsip sederhana, tapi sangat menentukan di era disinformasi,” jelasnya.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan ruang publik.
Dengan pendekatan komunikasi yang tepat, pesantren bisa menjadi penjernih di tengah derasnya arus opini dan ujaran kebencian.
Selain aktif sebagai praktisi, Zainal juga produktif dalam dunia akademik.
Ia menyelesaikan studi doktoral di bidang manajemen dan telah menghasilkan berbagai penelitian serta karya tulis tentang komunikasi publik, kepemimpinan digital, dan transformasi kehumasan pemerintah.
Sejumlah buku dan artikel ilmiah yang ditulisnya banyak membahas integrasi nilai pesantren dalam praktik komunikasi modern.
Prestasi PRIA 2026 melengkapi deretan penghargaan yang telah ia raih sebelumnya, di antaranya Gold Winner Aplikasi Kehumasan Digital PR Indonesia Awards 2020.
Gold Winner Insan PR Jambore PR Indonesia 2023, Tokoh Public Relations Berpengaruh 2024.
The Most Innovative Government Public Relations 2025, hingga penghargaan di bidang DEI dan ESG.
Bagi Zainal, semua penghargaan itu bukanlah tujuan akhir.
”Saya ingin komunikasi publik, baik di pemerintahan maupun pesantren, tetap berakar pada nilai. Profesional, tapi tetap humanis,” tegasnya.
Ia berharap SAKTI dapat menjadi kontribusi nyata dari santri untuk Indonesia dalam membangun ruang publik yang sehat, beretika, dan mempersatukan. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz