JombangBanget.id - Upaya menggerakkan generasi muda, khususnya Gen Z, terus digelorakan Ketua Takmir Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, KH Achmad Cholili Alhafid MHI.
Masjid yang masuk nominasi masjid teladan tingkat Jawa Timur itu dinilai masih memiliki pekerjaan rumah dalam membangun kedekatan dengan kalangan muda.
“Kendala kami yang masih menjadi PR adalah bagaimana menggerakkan teman-teman Gen Z. Ini yang masih kami carikan formulanya,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren An Nur Bayyin, Desa Jabon, Kecamatan Jombang ini.
Menurutnya, masjid harus menjadi rumah besar umat Islam, termasuk generasi muda.
Fungsinya tidak sebatas tempat ibadah mahdhah seperti salat, tetapi juga ruang tumbuhnya ide, kreativitas, serta solusi berbagai persoalan sosial.
Saat ini takmir telah menggandeng Rohis dan perkumpulan takmir masjid di lingkungan sekolah.
Namun langkah tersebut dinilai belum cukup karena baru menyentuh kalangan tertentu.
Ia ingin seluruh anak muda, termasuk yang sudah aktif di berbagai bidang, menjadikan masjid sebagai ruang kolaborasi.
“Kami ingin semuanya bisa berkegiatan di masjid, bukan hanya yang spesifik di Rohis saja,” tuturnya.
Pengurus masjid membuka ruang bagi berbagai kegiatan positif anak muda.
Jika ada gagasan kegiatan sosial, diskusi, hingga kelas pemberdayaan seperti UMKM, takmir siap memfasilitasi. Masjid, kata dia, harus menjadi ruang mencari solusi lintas bidang.
Baca Juga: Menjadi Pendidik Sejak 1998, Berikut Profil Kepala MAN 6 Jombang Misbakhul Arif
“Datang saja, komunikasi. Masjid ini terbuka. Kita ingin energi masjid menjadi energi luar biasa. Masjid adalah ruang mencari solusi di segala bidang,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan kehidupan sosial-ekonomi. Generasi muda perlu dipandu agar mampu menyelaraskan keduanya.
“Orang bekerja tanpa ibadah bisa kacau. Sebaliknya, hanya ibadah tanpa memikirkan kehidupan juga tidak tepat. Jadi harus berjalan beriringan,” jelasnya.
Fondasi pendidikan agama sejak remaja juga menjadi perhatian.
Ia mendorong anak-anak menempuh pendidikan di pesantren, setidaknya pada jenjang SMP/MTs hingga SMA/MA, sebagai bekal dasar kehidupan.
Dengan berbagai upaya tersebut, ia berharap Masjid Agung Baitul Mukminin tidak sekadar menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi benar-benar hidup sebagai pusat pembinaan umat lintas generasi.
“Harapan kami, masjid ini menjadi pusat pembinaan umat, termasuk Gen Z yang kelak menjadi estafet kepemimpinan masa depan,” pungkasnya. (fid/jif)
Editor : Ainul Hafidz