Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Profil dan Kiprah Nur Anas, Santri Lirboyo yang Kini Pimpin Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabdindik Jombang

Wenny Rosalina • Minggu, 25 Januari 2026 | 07:19 WIB
Nur Anas SAg MPd, Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.
Nur Anas SAg MPd, Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.

JombangBanget.id - Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Nur Anas SAg MPd, meyakini belajar merupakan proses seumur hidup.

Lahir di Bangkalan pada 25 Maret 1978, perjalanan akademik dan pengabdiannya di dunia pendidikan mencerminkan perpaduan kuat antara nilai keagamaan pesantren dan profesionalisme sebagai aparatur negara.

Dia berangkat dari keluarga pendidik di Kabupaten Bangkalan.

Sang kakek mengelola lembaga pendidikan mulai jenjang MI, MTs, MA hingga perguruan tinggi.

Nur Anas menempuh pendidikan dasar hingga menengah di MI, MTs, dan MA Al-hamidiyah, Kecamatan Konang, Bangkalan.

Lingkungan keluarga dan tradisi keilmuan inilah yang menanamkan semangat belajar sejak dini.

Atas dorongan kakek dan orang tua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Nur Anas merantau ke Surabaya.

Pada 1996 ia memulai studi S1 di STIT Taruna Surabaya, Jurusan Tarbiyah. Dia berhasil menyelesaikannya pada 2000.

Pencarian ilmunya tidak berhenti di bangku kuliah. Ia kemudian belajar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Niatnya memperdalam ilmu agama secara lebih serius sembari berkhidmah di pesantren.

’’Prinsip orang Madura, antara dunia dan akhirat harus berjalan seimbang,’’ ujarnya. Nilai inilah yang menjadi landasan langkahnya, menggabungkan pendidikan formal dan pendidikan pesantren.

Baca Juga: Profil Eko Redjo Sunariyanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jombang yang Fokus Mengabdi untuk Mutu Pendidikan

Pada 2004, Nur Anas melanjutkan studi S2 di Universitas Adi Buana Surabaya, Jurusan Teknologi Pendidikan.

Lulus pada 2006. Selama masa studi pascasarjana tersebut, ia masih menetap dan belajar di Lirboyo hingga 2009.

Usai kembali ke Madura, Nur Anas mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lulus.

Penempatan awalnya sebagai abdi negara di SMKN 1 Labang, Bangkalan.

Tak lama berselang, saat berdiri SMKN 1 Kamal pada 2010–2011, ia dimutasi ke sekolah tersebut.

Kepercayaan terus mengalir. Nur Anas dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Dia tetap mengemban amanah tersebut meski terjadi pergantian kepala sekolah.

Dedikasi dan kecocokannya dalam mengelola kurikulum membuatnya terus dipercaya oleh rekan-rekan sejawat.

Pada 2020, ia diangkat sebagai pengawas dengan penugasan di Kabupaten Sampang.

Dua tahun kemudian, pada 2022, ia mengajukan mutasi ke Kabupaten Bangkalan agar dapat pulang setiap hari ke Surabaya.

Tempat ia berdomisili bersama istri tercinta, Dyah Kisworini. Selama bertugas di Sampang, ia hanya bisa pulang satu minggu sekali.

Ini fase pengabdian yang penuh tantangan.

Karirnya terus berlanjut. Pada 2023, Nur Anas terpilih sebagai Koordinator Pengawas di bawah Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan.

Per 1 Agustus 2025, ia juga diamanahi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kasubbag Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Bangkalan.

Per 1 Januari 2026, ia mendapat amanah baru sebagai Kepala Seksi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang.

Wilayah ini membawahi 16 SLB, dua negeri dan 14 swasta.

’’Ini merupakan laboratorium peradaban bagi anak-anak luar biasa. Sungguh pengalaman yang sangat luar biasa,’’ ungkapnya.

Di tengah kesibukan struktural, Nur Anas tetap memegang teguh prinsip belajar sepanjang hayat.

Saat ini, ia tengah menempuh studi S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jurusan Teknologi Pembelajaran, semester empat.

Proses perkuliahan dijalaninya dengan sistem daring dan luring pada sore, malam, serta akhir pekan.

Tanpa mengganggu tugas kantor maupun keharmonisan keluarga.

Motivasinya melanjutkan hingga jenjang doktoral tak lepas dari teladan para guru, khususnya di Pondok Pesantren Lirboyo.

Mereka meski telah sepuh tetap bersemangat menempuh pendidikan tinggi.

’’Pendidikan adalah kebutuhan sekaligus kewajiban,’’ tegasnya.

Semangat tersebut juga ia tularkan kepada keluarga. Ia memiliki seorang putra, Muhammad Nawawi Hasan Annajmi.

Sejak kecil, Nur Anas bercita-cita agar anaknya mondok. Kini sang putra menempuh pendidikan di Bumi Sholawat, Sidoarjo, kelas IX SMP.

Meski tidak mondok di Lirboyo seperti harapannya, ia tetap mendukung penuh pilihan anaknya selama memiliki kemauan kuat untuk belajar.

Baginya, konsep pendidikan dalam agama dan negara sejatinya sejalan, pembelajaran sepanjang hayat.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi. Carilah ilmu mulai ayunan ibu hingga liang lahad.

Ia berharap, para kepala sekolah dan guru terus mengembangkan pola pikir, meningkatkan kompetensi, dan memberi teladan nyata kepada peserta didik. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Santri #Kepala seksi SMA dan PKLK #profil #dinas pendidikan jatim #cabdindik jombang #Lirboyo #kepala seksi #santri lirboyo #Cabang Dinas Pendidikan #Kiprah