JombangBanget.id - Bagi masyarakat yang pernah memeriksakan kesehatan buah hatinya di RSUD Jombang, nama dr Ahmad Mahfur SpA, tentu familiar.
Dia kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekaligus dokter spesialis anak RSUD Jombang.
Pria kelahiran Jombang ini sudah mengabdi di Kabupaten Jombang sejak 2009. Tepatnya di Puskesmas Mojoagung.
Sebagai aparatur sipil negara (ASN), dr Ahmad Mahfur SpA punya integritas tinggi dalam mengabdi. Sekaligus melahirkan inovasi untuk pelayanan masyarakat.
’’Kita komitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,’’ tegasnya.
Bersama tim di poli anak, ia punya komitmen tinggi melahirkan inovasi demi meningkatkan pelayanan untuk masyarakat.
Mahfur merupakan putra ke-7 pasangan (alm) Abdullah Sajat dan Aliyah.
Pendidikan dasar ditempuh di MI Sulaimaniyah Kauman. Kemudian SMPN 1 Mojoagung dan SMAN 2 Jombang. Cita-cita menjadi dokter tumbuh sejak masa SMP.
’’Cita-cita itu muncul saat masuk SMP. Saya sangat berkeinginan membantu di bidang kesehatan,’’ ucapnya.
Langkahnya menuju dunia medis berlanjut ke Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. Pendidikan dokter umum dijalani mulai 1997 hingga 2005.
Setelah lulus, ia menjalani tugas sebagai dokter pegawai tidak tetap (PTT) di Pulau Hiri, Maluku Utara, pada 2007.
’’Banyak sekali pengalaman di sana. Bayangkan, saya hanya dibantu seorang bidan,’’ kenangnya.
Di pulau kecil itu, Mahfur menangani berbagai penyakit yang dialami masyarakat, terutama malaria. Pasien datang dari anak-anak hingga orang dewasa.
Bahkan, saat kondisi darurat, ia harus merujuk pasien ke Ternate dengan perjalanan laut lebih dari dua jam.
’’Kalau merujuk pasien ke Ternate, jaraknya bisa lebih dari dua jam. Itu tergantung cuaca juga,’’ tuturnya.
Masa tugas PTT yang seharusnya enam bulan, ia lanjutkan hingga satu tahun. Pengalaman tersebut memperkuat tekadnya mengabdi di bidang kesehatan.
Setelah menyelesaikan tugas di Maluku Utara, Mahfur kembali ke Jombang.
Ia mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) daerah dan diterima sebagai PNS Pemkab Jombang pada 2009.
Ia bertugas sebagai dokter umum di Puskesmas Mojoagung, Jombang.
Kesempatan melanjutkan studi datang melalui program tugas belajar. Pada 2011, Mahfur berangkat menempuh pendidikan dokter spesialis anak.
Masa pendidikan berlangsung selama lima tahun hingga 2016.
’’Pendidikannya memang lima tahun. Tahun 2016 saya lulus,’’ katanya.
Keputusan memilih spesialis anak dilatarbelakangi kepeduliannya terhadap persoalan kesehatan anak.
’’Masalah gizi dan kesejahteraan anak itu masih tinggi. Jadi saya termotivasi ke sana,’’ ucapnya.
Setelah lulus, Mahfur langsung ditempatkan di RSUD Jombang sebagai dokter spesialis anak. ’’Saya masuk di RSUD Jombang 2016,’’ ucapnya.
Di balik kesibukan profesi, Mahfur juga menjadi ayah yang baik bagi tiga putrinya. Nasywa Rania Paramesti, Khanisa Amira Pramadini, dan Syarifa Azri Pratista.
’’Keluarga menjadi sumber energi dalam setiap langkah pengabdian,’’ tegasnya.
Suami dr Desy Purwidiastuti asal Blitar ini juga sosok kepala keluarga yang sayang terhadap anak-anaknya. (ang/jif)
Editor : Ainul Hafidz