JombangBanget.id - Ema Erfina terlibat langsung di dunia pendidikan.
Selain menjadi pengasuh Pondok Pesantren, dia juga merupakan seorang doktor jebolan Universitas Islam Malang jurusan Pendidikan Multikultur.
Saat ini kegiatannya lebih banyak mendampingi suaminya yang merupakan Wabup Jombang Salmanudin Yazid di berbagai acara. Namun sebelumnya ia sibuk di pondok.
”Jadi dari jam 5 sampai setengah 7 pagi saya mengajar takhasus Alquran Bin-Nadhor di Pondok Babussalam,” jelasnya.
Lalu pukul 07.00 hingga 12.00 di MI Babussalam dan pukul 16.00 Takhassus Alquran di Ponpes Babussalam.
Di hari tertentu, ia juga mengajar di STIES (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah) Babussalam, Mojoagung.
”Pokoknya seharian mengajar,” kata pengasuh Ponpes Babussalam, Desa Kalibening, Kecamatan Mojoagung ini.
Keterlibatannya di dunia pendidikan mendapatkan dukungan penuh dari suami tercinta yang akrab disapa Gus Salman.
Tak jarang, ia juga dibimbing langsung sang suami agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mandiri.
Termasuk memberikan semangat untuk terus mengamalkan ilmu yang dimiliki.
Ning Ema, sapaan akrabnya, memiliki cita-cita mulia di bidang pendidikan di Jombang. Yaitu memberikan pendidikan khusus untuk perempuan.
Baca Juga: Intip Profil Anggota DPRD Jombang Totok Hadi Riswanto, dari Kepala Desa hingga Ketua Komisi A
”Bimbingan itu bisa seputar adab, attitude atau akhlaq dan syariat dalam agama masing-masing,” tuturnya.
Sejak setelah pelantikan ia fokus mendampingi suami tercinta bermasyarakat, aktifitas mengajarnya ia kurangi.
Utamanya sebagai dosen di STIES. Namun di pondok pesantren ia tetap mengajar.
”Alhamdulillah setiap hari saya PP dari Pondok ke rumah dinas. Jadi habis subuh sebelum berangkat tugas, saya masih bisa ngajar mbak-mbak santri di Pondok," ungkapnya.
Turun langsung di dunia pendidikan tidak hanya mengamalkan ilmu yang ia miliki. Tapi mencari keridhoan Allah SWT.
”Ilmu saya tetap bisa manfaat dan harapannya tidak sampai melarat di akhirat,” jelasnya.
Ema menamatkan pendidikan jenjang RA dan MI di Miftahul Huda Sepanyul. Kemudian melanjutkan ke MTsN 1 Jombang, dan di MA Al Hikmah Kediri.
Lulus jenjang SMA, ia kuliah D2 PGMI di Unhasy Jombang. Lalu S1 Pendidikan Agama Islam di STAI Ar Rosyid Surabaya, kemudian S2 di Manajemen Pendidikan Islam di Unipdu Jombang dan S3 Pendidikan Multikultur di Unisma.
Bagi perempuan, menurutnya ilmu sangat penting, karena ibu yang berkualitas akan menurunkan generasi yang berkualitas pula.
”Maka penting bagi seorang ibu memiliki ilmu dan berakhlaq mulia agar putra putrinya terdidik dengan baik. Satu huruf, satu perilaku dan ucapan-ucapan yang baik yang ibu ajarkan pada putra putrinya merupakan investasi yang tak ternilai dan berkontribusi pada pembangunan insan kamil,” pungkasnya. (wen/fid)
Editor : Ainul Hafidz