JombangBanget.id – Sosok Brigadir Endy Satya Rahmanto menjadi bukti bahwa semangat belajar tak mengenal batas.
Anggota Satlantas Polres Jombang ini bukan hanya berhasil merampungkan 14 gelar akademik dalam rentang sembilan tahun, tetapi juga dipercaya menjadi bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah.
Endy lahir di Jombang, 1 Agustus 1994, dari pasangan Suhermanto dan Tutuk Endang Kasmowatiningsih.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga SMA di kota kelahirannya, mulai SDN Jombang 2, SMPN 4 Jombang, dan SMA PGRI Jombang.
Dari sana, perjalanannya meniti ilmu di dunia kampus dimulai.
Tahun 2016 menjadi titik awal perjalanan panjang itu ketika Endy masuk Universitas Kadiri, Kediri.
Gelar pertama yang ia selesaikan adalah Sarjana Hukum (S.H.), sementara yang terakhir adalah Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.).
”Awalnya, saya hanya ingin menjadi sarjana hukum yang baik,” tuturnya.
Namun, rasa ingin tahunya membuat langkahnya tak berhenti di satu kampus. Usai lulus, ia merasa masih ada ruang yang perlu diisi dengan ilmu.
”Setelah lulus itu, ada rasa belum puas. Seperti ada ruang kosong yang harus diisi ilmu,” katanya.
Kesempatan itu datang saat ia mengetahui adanya program alih kredit atau Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan mahasiswa mengambil mata kuliah lintas kampus tanpa harus mengulang materi.
”Saya melihat ada peluang di situ. Waktu yang bagi orang lain mungkin kosong, bisa saya isi dengan kelas lain,” jelasnya.
Sejak itu, langkahnya tak terhenti. Sembilan tahun ia jalani dengan penuh disiplin, membagi waktu antara tugas kepolisian dan kuliah.
Hasilnya, 14 gelar dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor berhasil ia rengkuh.
Antara lain; S1 Hukum Universitas Kadiri lulus 2019, S1 Akuntansi Universitas W.R.
Supratman Surabaya lulus 2020, S2 Administrasi Publik Universitas W.R. Supratman Surabaya lulus 2021, S2 Hukum Universitas Kadiri lulus 2021.
Kemudian, S2 Manajemen Universitas W.R. Supratman Surabaya lulus 2021, S1 Manajemen Universitas Kadiri lulus 2022, S1 Sistem Informatika Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon lulus 2022, dan S2 Kenotariatan Universitas Islam Sultan Agung lulus 2023.
Selain itu, S1 Administrasi Publik Universitas W.R. Supratman Surabaya lulus 2023, S3 doktor Ilmu Hukum Universitas Islam Sultan Agung lulus 2024.
S1 Hubungan Internasional Universitas Jenderal Achmad Yani lulus 2024, S1 Psikologi Universias Darul Ulum lulus 2025.
S1 ilmu Keperawatan 2025 Itskes ICME lulus 2025, dan terakhir S1 ilmu Komunikasi Universitas Terbuka lulus 2025.
”Yang paling berat justru Psikologi dan Keperawatan. Keduanya wajib tatap muka penuh, jadwal bentrok, tapi harus diselesaikan,” ungkapnya.
Di balik deretan gelar tersebut, satu program studinya masih tertunda, yakni Kedokteran Gigi di Universitas Kadiri.
Pada Oktober 2024, ia memutuskan cuti kuliah untuk menjalankan tugas negara sebagai pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah.
”Itu adalah panggilan tugas. Itu hasil seleksi, jadi memang kita ada Form Police Unit (FPU) untuk perdamaian di Afrika Tengah dengan sebutan Minusca,” tegasnya.
Endy mengakui, dukungan dari pimpinan dan rekan di Polres Jombang menjadi dorongan besar dalam menyelesaikan pendidikan. Untuk biaya kuliah, Endy berjuang keras.
Ia bahkan sempat menggadaikan SK pengangkatannya sebagai polisi demi biaya kuliah.
”Kadang juga minta bantuan ibu kalau benar-benar kepepet,” ujarnya sambil tersenyum.
Kini, dengan segudang gelar dan pengalaman penugasan internasional, ia menatap cita-cita berikutnya, mengikuti Sekolah Perwira dan menuntaskan studi kedokteran giginya.
”Saya ingin membuktikan bahwa semangat belajar dan pengabdian bisa menyatu, menciptakan sebuah teladan tentang bagaimana ilmu pengetahuan bisa hidup dan bernafas di tengah denyut nadi tugas seorang abdi negara,” pungkas Endy. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz