Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Matoa Lagi Panen Besar-Besaran di Wonosalam Jombang, Ini Lokasinya

Anggi Fridianto • Kamis, 20 November 2025 | 22:19 WIB

 

Heri Susanto, petani asal Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam menunjukkan buah matoa di kebunnya.
Heri Susanto, petani asal Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam menunjukkan buah matoa di kebunnya.

JombangBanget.id - Selain durian, Kecamatan Wonosalam Jombang juga menyimpan banyak potensi sumber daya alam.

Salah satunya adalah buah matoa yang memiliki rasa manis dengan daging yang tebal.

Di pertengahan November, buah asli Papua ini sedang panen raya di Wonosalam.

Musim panen matoa tahun ini membawa berkah tersendiri bagi para petani.

Salah satunya, diakui Heri Susanto, petani asal Dusun Pucangrejo, Desa Wonosalam. Hasil panen matoa tahun ini cukup melimpah.

”Kalau dulu hanya sekitar 5 kuintal, sekarang bisa tembus 1 ton. Alhamdulillah, hasilnya sangat bagus,” ucap Heri saat ditemui di kebunnya, Selasa (11/11).

Matoa merupakan kelompok tanaman tropis.

Iklim yang mendukung serta tanah yang subur menjadikan tanah Wonosalam cocok untuk tanaman matoa.

Hasilnya tanaman matoa tumbuh dan berbuah optimal.

Menurut Heri, cuaca yang stabil dengan curah hujan tidak terlalu tinggi justru membuat tanaman tumbuh dengan baik.

”Sekarang satu pohon bisa menghasilkan lebih dari 200 kilogram. Tahun kemarin paling tinggi 100 kilo,” ujarnya.

Agar hasil tetap maksimal, para petani di Wonosalam menerapkan teknik brongsong.

Metode ini tidak hanya mencegah serangan hewan perusak, tetapi juga memudahkan proses panen.

Heri menjelaskan, panen matoa biasanya berlangsung tiga kali dalam setahun, dengan puncaknya pada November hingga Desember. Harga jual pun bervariasi tergantung kualitas buah.

”Matoa super harganya bisa sampai Rp 35 ribu per kilo. Kalau yang biasa mulai Rp 20 ribu,” tuturnya. 

Pikat Pasar Luar Daerah

BUAH matoa asli Wonosalam memiliki rasa yang khas. Bahkan untuk  matoa jenis super, disebut-sebut memiliki sensasi rasa perpaduan tiga buah sekaligus, yakni rambutan, leci, dan durian.

Tak ayal matoa Wonosalam banyak memikat pembeli, termasuk dari luar daerah.

”Dari testimoni pelanggan, untuk jenis super ini rasanya unik. Ada sensasi rasa rambutan, leci dan durian sekaligus,’’ ujar Heri kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (12/11).

Dalam proses budi daya, Heri tetap mengandalkan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan sekaligua kualitas buah.

”Perawatannya harus rutin, terutama pemupukan. Kalau musim panas panjang, tanaman bisa stres dan hasilnya turun,” jelasnya.

Kini, permintaan terhadap matoa asal Wonosalam kian meningkat. Tak hanya warga lokal, pembeli dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Jakarta ikut memborong.

Melimpahnya panen dan tingginya minat pasar membuat petani semakin bersemangat menanam matoa.

”Yang pesan kebanyakan dari luar Jombang. Bahkan harus inden dulu, untuk bisa beli,’’ pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#panen #matoa #Wonosalam #Jombang