Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Binrohtal: Nggak Banyak yang Tahu, Ternyata Banyak Amalan Berpahala Jihad, Berikut Diantaranya

Rojiful Mamduh • Rabu, 12 November 2025 | 12:45 WIB
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.
Binrohtal, sebuah tulisan soal ceramah islam dari beberapa tokoh islam di Jombang.

JombangBanget.id - Anggota Komisi Dakwah MUI Jombang, KH Khairil Anam, menjelaskan amalan berpahala jihad.

Hal itu diungkapkannya saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Senin (10/11).

’’Jihad itu tidak harus berperang. Banyak sekali amalan yang berpahala seperti jihad,’’ tuturnya.

Seorang pemuda datang kepada Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam meminta izin untuk berjihad.

Rasulullah bertanya kepadanya: ’’Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’’  Ia menjawab, ’’Masih.’’

Rasulullah bersabda: ’’Maka berjihadlah dengan berbakti kepada keduanya.’’

Jihad yang dimaksud di sini bukan sekadar fisik, melainkan kesungguhan dalam menunaikan hak kedua orang tua.

Bagi seorang anak, melayani, menenangkan, dan membahagiakan orang tuanya adalah jihad yang tak kalah besar dari menghunus pedang di medan laga.

’’Menafkahi janda dan anak yatim juga berpahala jihad,’’ terangnya.

Rasulullah bersabda: Orang yang menafkahi janda dan orang miskin, seperti orang yang berjuang di jalan Allah, atau seperti orang yang berpuasa di siang hari dan beribadah malam hari.

Rahmat Allah Ta’ala sangat luas. Orang yang tulus menafkahi janda atau anak yatim, mendapatkan pahala yang setara dengan tiga ibadah besar: Jihad, puasa, dan salat malam.

’’Perempuan hamil setiap hari mendapat pahala jihad,’’ ungkapnya.

Nabi bersabda; Wanita yang hamil akan dicatat setiap hari pahala seperti orang yang berpuasa dan jihad di siang hari.

Serta beribadah di malam hari. Jika ia melahirkan, maka setiap tetes darah yang keluar menjadi tebusan dosanya. Bila ia meninggal saat melahirkan, ia mendapatkan pahala syahid.

Keutamaan ibu yang mengandung dan melahirkan menunjukkan betapa besarnya nilai jihad perempuan dalam melestarikan kehidupan.

Mereka berjihad bukan dengan pedang, melainkan dengan kesabaran, pengorbanan, dan kasih sayang.

Zikir setelah Subuh hingga terbit matahari berpahala seperti haji.

Rasulullah bersabda: Barang siapa salat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu salat dua rakaat, maka baginya pahala seperti haji dan umrah, sempurna, sempurna, sempurna.

Hasan al-Bashri rahimahullah berkata; Setiap kebaikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh dan ikhlas, itulah jihad di jalan Allah.

Seorang pemuda di zaman tabi‘in sangat ingin berjihad di medan perang. Namun ibunya buta dan sangat bergantung padanya.

Ia pun galau antara memenuhi panggilan jihad atau berbakti kepada ibunya.

Ia mendatangi Hasan al-Bashri, yang berkata: ’’Demi Allah, rida ibumu lebih besar dari seribu pedang yang terhunus di jalan Allah.’’

Pemuda itu pun pulang dan merawat ibunya hingga wafat. Malam setelah ibunya meninggal, ia bermimpi melihat cahaya besar dan suara yang berkata,

’’Engkau telah menunaikan jihadmu, dan Allah telah menerima pengorbananmu.’’

(jif/naz)

 

Editor : Ainul Hafidz
#amalan #jihad #berpahala #Binrohtal