Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Inspiratif! Guru Kaligrafi MAN 1 Jombang Ini Buktikan Cinta Alquran Bisa Jadi Jalan Prestasi dan Syiar

Wenny Rosalina • Minggu, 5 Oktober 2025 | 13:04 WIB
TERUS BELAJAR: Guru MAN 1 Jombang, Alfiyan Arief Mahfuzhi MPd, guru MAN 1 Jombang yang sejak mahasiswa meraih beasiswa karena prestasi di kaligrafi.
TERUS BELAJAR: Guru MAN 1 Jombang, Alfiyan Arief Mahfuzhi MPd, guru MAN 1 Jombang yang sejak mahasiswa meraih beasiswa karena prestasi di kaligrafi.

JombangBanget.id - Sosok Alfiyan Arief Mahfuzhi MPd menjadi inspirasi dalam dunia seni kaligrafi di Jawa Timur.

Guru MAN 1 Jombang ini tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga aktif membina santri mendalami seni menulis indah ayat suci Alquran.

Bagi Alfiyan, kaligrafi bukan sekadar seni, melainkan media syiar Alquran yang dapat membawa nilai dakwah.

Nama Alfiyan di bidang lomba kaligrafi cukup diperhitungkan.

Dia konsisten meraih prestasi setiap tahun. Bahkan bisa lebih dari satu prestasi dalam setahun.

Keindahan karyanya dikenal banyak kalangan, karena sering ikut event nasional maupun internasional.

Lahir di Mojokerto, 5 Februari 1995, Alfiyan besar di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

Ia mengawali pendidikan di RA Darul Ulum Kudu, MI Darul Ulum Tapen Kudu dan MTsN 5 Jombang. Kemudian di MAN 3 Jombang lulus 2013.

Dia juga nyantri di Ribath AlRoudloh PP Bahrul Ulum Tambakberas .

 Sejak kelas 11, ia mulai serius menekuni seni kaligrafi.

’’Awalnya saya merasa tidak punya bakat, tapi karena senang, akhirnya saya terus belajar. Kuncinya niat dan cinta terhadap kaligrafi,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Subur, Raih Penghargaan Legislator Pemerataan Pembangunan 2025, Ini Rahasianya

Ia kerap mengikuti berbagai lomba kaligrafi tingkat Jawa Timur. Salah satu pencapaian terbaiknya, Juara 1 Kaligrafi tingkat Jawa Timur, yang kemudian membawanya lolos jalur prestasi ke Universitas Negeri Malang (UM).

Di kampus ini, ia mendapatkan beasiswa hingga lulus, karena setiap semester menyumbangkan prestasi.

’’Alhamdulillah, setiap semester saya bisa memenuhi target, minimal juara tingkat provinsi,’’ tuturnya.

Setelah menamatkan S1 Pendidikan Seni Rupa pada 2017, ia melanjutkan S2 di bidang yang sama dan lulus pada 2021.

Sejak itu, Alfiyan resmi mengajar di MAN 1 Jombang. Ia juga aktif membina santri di Sekolah Kaligrafi Alquran (Sakal)' Denanyar.

Ini pondok khusus untuk anak-anak dan santri yang ingin memperdalam seni tulis Alquran.

Kini, Alfiyan menetap di Desa Kunjang, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, bersama istri tercinta Hilmah Nur Kholidah dan putra mereka Muhammad Ahsan Nadhif.

Putra dari pasangan Sugiono dan Mudzakiriyah ini mengaku motivasinya dalam menekuni kaligrafi sangat sederhana.

’’Kaligrafi itu bagian dari firman Allah, Alquran. Jadi tujuan saya hanya satu: menjadikan seni kaligrafi sebagai jalan syiar Alquran,’’ tegasnya.

Menurutnya, bakat bukanlah faktor utama dalam belajar kaligrafi.

Yang terpenting niat, kesungguhan, dan cinta terhadap Alquran.

Dengan prinsip itu, ia ingin terus melahirkan generasi muda yang tidak hanya piawai dalam seni kaligrafi, tetapi juga mampu menjadikannya sarana dakwah yang menyejukkan. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#profil #MAN 1 Jombanag #kaligrafi #Jombang #guru #Guru Kaligrafi #cinta alquran #SIyarat #prestasi