JombangBanget.id - Bagi Subur, menjadi wakil rakyat bukan soal duduk di kursi dewan.
Melainkan hadir di tengah masyarakat.
Konsistensinya mendengar dan memperjuangkan aspirasi kini mengantarkannya meraih penghargaan Legislator Pemerataan Pembangunan 2025.
Subur menegaskan, menjadi legislator bukan sekadar bekerja untuk daerah pemilihan (dapil) saja.
Tetapi juga memperjuangkan kebutuhan masyarakat Jombang secara keseluruhan.
’’Saya memang prioritaskan dapil, tapi kepentingan kabupaten juga harus diperhatikan. Misalnya pelestarian budaya lokal seperti wayang dan ludruk, itu penting karena bagian dari jati diri kita. Selain itu, angka pengangguran di Jombang masih tinggi, maka saya dorong adanya lebih banyak pelatihan dan penciptaan lapangan kerja baru,’’ tambah salah satu anggota DPRD Jombang ini.
Pengalaman panjangnya di bidang ketenagakerjaan membuat Subur optimistis bisa menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Harapannya sederhana, masyarakat Jombang punya kesempatan kerja lebih luas, akses pendidikan yang merata, dan mampu menjaga serta mengembangkan budaya lokal.
Kiprah nyata Subur berbuah penghargaan bergengsi.
Ia meraih JTV Legislatif Awards 2025 sebagai Legislator Pemerataan Pembangunan.
Diberikan di Studio JTV, Graha Pena Surabaya, Selasa (16/9) malam.
Baca Juga: Siapa Sangka, Sosok Kalem Ini Ternyata Pengawas Sekolah Paling Berprestasi di Indonesia
Penghargaan ini diberikan atas dedikasinya memperjuangkan aspirasi masyarakat dari berbagai sektor.
Mulai dari infrastruktur, pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan.
’’Kegiatan yang sudah kita lakukan bersumber dari aspirasi masyarakat. Semua usulan kita tampung, kemudian disusun menjadi program pada tahun berikutnya sesuai skala prioritas,’’ jelasnya.
Ia mencontohkan, desa-desa yang jauh dari pusat kota umumnya lebih banyak mengusulkan infrastruktur.
Namun setelah infrastruktur mulai terpenuhi, aspirasi masyarakat biasanya beralih pada kebutuhan ketenagakerjaan.
Untuk itu, Subur mendorong pelatihan keterampilan, baik teknis maupun non-teknis, agar masyarakat lebih siap menghadapi dunia kerja.
Penghargaan ini, kata Subur, bukan sekadar pengakuan pribadi, melainkan motivasi untuk terus berjuang.
’’Penghargaan ini milik masyarakat Jombang. Saya hanya jembatan agar aspirasi warga bisa diwujudkan menjadi program nyata,’’ tegasnya. (yan/jif)
Editor : Ainul Hafidz