JombangBanget.id - Bagi Koordinator Pengawas SMA-SMK dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Kabupaten Jombang, Drs H Suyono MM, membangun pendidikan bukan hanya soal aturan dan target.
Melainkan juga cara berinteraksi dengan guru serta sekolah.
Ia memegang teguh prinsip yang ia sebut three open.
Open mind yang di lanjutkan dengan growt mind, open heart dan open will.
’’Open mind itu berkaitan dengan bagaimana saya berpikiran terbuka dan mau menerima apapun hal baru,’’ ungkapnya.
Untuk menjadi orang yang terbuka wawasannya ,terbuka pola pikirnya, maka harus menerapkan growt mind.
Membuka diri membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pihak-pihak lain.
Dengan itu, ia bisa dengan mudah berkembang dan bertumbuh serta tak menjadi pribadi yang kolot.
Open heart atau ikhlas. Open heart atau ikhlas ini berhubungan dengan cara menerima informasi baru maupun hal hal baru lainnya.
Prinsip kedua ini, berkaitan juga dengan sistem dan cara kerja yang ia yakini sejak lama.
’’Prinsip saya, gunung tidak perlu tinggi, yang penting ada dewanya. Artinya, saya tidak perlu menjadi pejabat tinggi misalnya. Tetapi jabatan apapun yang saya miliki harus dilakukan. Bekerja yang tidak perlu ditunjuk-tunjukkan. Tetapi yang lebih penting ada hasil atau buktinya.Hasil kerja tersebut menjadi ciri khas atau branding siapa saya. Jadi kita tulus bekerja, ikhlas juga dalam menjalankan tugas,’’ urainya.
Sementara open will, keinginan untuk berubah dalam berkinerja atau budaya kerja.
’’Dalam hal ini berupa tindakan dan kinerja berbasis pelayanan,’’ jelasnya.
Prinsip itu ia jadikan pegangan dalam setiap langkah pembinaan di sekolah.
Menurutnya, guru dan kepala sekolah bukanlah bawahan, melainkan mitra kerja.
’’Saya memposisikan guru dan kepala sekolah sebagai teman, bukan lagi atasan dan bawahan,’’ tegasnya.
Dengan pendekatan ini, ia ingin menciptakan suasana kolaboratif.
’’Saya akan kolaborasi, eksplorasi, dengat semangat ayo maju bareng,’’ ujarnya.
Prinsip tersebut lahir dari keyakinannya bahwa pendidikan membutuhkan kerja sama yang saling menguatkan.
’’Sharing-growing together, tumbuh kembang bersama,’’ katanya.
Baginya, keberhasilan sekolah adalah keberhasilan bersama, bukan hanya individu. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz