Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Faridha Ariyani, Guru Killer dari Jombang yang Sukses Disiplinkan Siswa hingga Diganjar Kuliah di Thailand

Wenny Rosalina • Rabu, 10 September 2025 | 13:41 WIB
Faridha Ariyani, S.Pd., M.Pd., Guru  SMKN 1 Jombang
Faridha Ariyani, S.Pd., M.Pd., Guru SMKN 1 Jombang

JombangBanget.id – Tegas, disiplin, dan penuh dedikasi. Begitulah sosok Faridha Ariyani, SPd, MPd, dikenal oleh siswa-siswanya.

Meski kerap mendapat cap “guru killer”, bagi Faridha ketegasan adalah jalan untuk menanamkan kedisiplinan belajar.

“Anak-anak mungkin anggap saya kereng, tapi itu bagian dari tanggung jawab saya agar mereka sungguh-sungguh belajar,” ujar perempuan kelahiran Jombang, 15 Oktober 1984 itu.

Perjalanan hidup Faridha dalam dunia pendidikan bukanlah hal yang singkat. Dari kecil ia sudah terbiasa berjuang.

Saat bersekolah di MTsN 14 Jombang, setiap hari ia harus menyeberangi Sungai Brantas dengan perahu tambangan Megaluh.

Lulus pada 1999, ia melanjutkan ke SMAN 3 Jombang dan tinggal di rumah kos milik kepala sekolah hingga menamatkan pendidikan pada 2002.

Meski berasal dari jurusan IPA, Faridha justru memilih Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Saya pikir jadi guru ekonomi lebih cocok, lebih dekat dengan siswa, dan bisa membimbing mereka lebih mudah,” kenangnya.

Semasa kuliah, perjuangan ekonominya tak kalah keras. Sebelum resmi lulus pada 2006, ia sudah aktif sebagai guru tidak tetap di MA Ittaqu Surabaya.

Di sela-sela kuliah, ia juga memberi les, mengajar ngaji, hingga aktif berorganisasi. Dari honor kecil mengajar les dan ngaji itulah ia membiayai kuliah sehari-hari.

“Syukurlah ada beasiswa Supersemar. Jadi uang dari ngelesi sudah cukup untuk hidup dan jajan,” kenangnya sambil tersenyum.

Tahun 2011 menjadi titik balik kariernya. Faridha dinyatakan lolos CPNS dan ditempatkan di SMKN Mojoagung.

Dari sinilah kiprahnya makin bersinar. Ketegasannya membuahkan hasil: siswa didiknya sukses meraih nilai Ujian Nasional terbaik se-Kabupaten Jombang, bahkan menjuarai lomba tingkat universitas.

Dua tahun kemudian, langkahnya kian lebar. Ia mendapat beasiswa dari Pemprov Jatim untuk melanjutkan S2 di Universitas Negeri Malang (UM).

Pengalaman internasional pun sempat ia rasakan ketika menjalani kuliah dua bulan di Suan Dusit University, Thailand.

“Bukan pertukaran pelajar, tapi memang ada mata kuliah yang harus saya ambil di sana,” jelasnya.

Pada 2017, Faridha mengajukan mutasi ke SMKN 1 Jombang agar lebih dekat dengan rumah.

Ia sempat menjabat sebagai sekretaris jurusan, lalu dipercaya sebagai Ketua Kompetensi Keahlian Perbankan dan Keuangan Mikro hingga 2023. Kini, ia mengemban amanah sebagai Bendahara BOS.

Meski reputasinya sebagai guru “killer” tetap melekat, banyak siswa diam-diam menjadikannya teladan.

Ketegasan dan kedisiplinannya dianggap sebagai bentuk kepedulian. “Saya ingin anak-anak serius belajar. Ada KKM yang harus dicapai, jadi mereka harus benar-benar paham pelajaran, bukan sekadar hafal,” tegasnya.

Bagi Faridha, mengajar bukan sekadar profesi. Ia menyebutnya sebagai pengabdian.

Dari menyeberangi Sungai Brantas setiap hari semasa MTs hingga berkesempatan belajar di Thailand, semua ia jalani demi satu hal: membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berprestasi. (wen/naz/riz)

Editor : Ainul Hafidz
#thailand #siswa #Killer #sukses #Kuliah #guru #disiplin