JombangBanget.id - Sebagai salah satu aplikasi yang dinilai cukup sukses meningkatkan karakter positif siswa dan guru, Si Budi (Sistem Informasi Budaya Positif) akan terus disebarkan Amiroh.
Beberapa sekolah di Kabupaten Jombang bakal segera menerapkannya.
’’Awalnya cuma di SMKN Kudu, sekarang sudah saya terapkan di SMKN 2 Jombang dan SMKN Kabuh juga. Namun dengan beberapa penyesuaian,’’ terangnya.
Amiroh merinci, aplikasi berfungsi untuk menilai kebiasaan siswa dalam bentuk skor.
Di awal, seluruh siswa akan mendapatkan poin yang sama yakni 300.
’’Nah, nanti sekolah akan menyiapkan nilai-nilai positif dan nilai pelanggaran siswa. Juga menyiapkan nilai keaktifan gurunya sebagai indikator,’’ ungkap Kepala SMKN 2 Jombang ini.
Semua pelanggaran siswa akan bengurangi basis poin yang mereka punya.
Namun, dengan berbuat positif, nilai itu bisa kembali naik lagi sesuai poin yang didapat.
’’Saat nilai terkurangi, mereka bisa menambah poin untuk memperbaiki dengan poin positif. Sehingga siswa lebih mudah terangsang untuk menambah poin baik,’’ bebernya.
Aplikasi itu juga menyediakan informasi lima siswa aktif dan guru yang aktif setiap harinya berdasarkan poin.
Keaktifan guru diukur dari seberapa banyak dan sering mereka interaksi kepada siswa.
’’Dengan itu, diharapkan juga mendorong guru berlomba-lomba memberikan apresiasi ke siswa. Agar komunikasi siswa dan guru berjalan, interaksi terjalin,’’ tambah Amiroh.
Nilai dan pembiasaan positif serta pelanggaran berdasar aturan sekolah.
’’Aplikasi Si Budi ini cukup unik karena standar nilai positif dan kebiasaan baik akan sangat disesuakan dengan karakter siswa,’’ jelasnya.
Juga menyesuaikan kondisi dan lokasi lingkungan mereka hidup dan belajar.
’’Siswa di SMKN Kudu tentu berbeda dengan siswa di SMKN 2 Jombang. Karena karakternya berbeda, sehingga budaya positif, pelanggaran di SMKN Kudu dan SMKN 2 dan SMKN Kabuh juga kita sesuaikan lagi,’’ paparnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz