Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Lulus S2 di London dan S3 di Kanada, Ini Tips Jitu Warga Jombang Raih Beasiswa Luar Negeri

Wenny Rosalina • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:16 WIB
Muhammad Izzul Haq SSos MSc PhD, putra asli Jombang yang berhasil meraih gelar doktor di bidang Social Work dari McGill University, Kanada, pada Juni 2025 lalu.
Muhammad Izzul Haq SSos MSc PhD, putra asli Jombang yang berhasil meraih gelar doktor di bidang Social Work dari McGill University, Kanada, pada Juni 2025 lalu.

JombangBanget.id – Perjalanan panjang penuh perjuangan ditempuh Muhammad Izzul Haq SSos MSc PhD, putra asli Jombang yang berhasil meraih gelar doktor di bidang Social Work dari McGill University, Kanada, pada Juni 2025 lalu.

Lahir di Jombang, 23 Agustus 1981, Izzul merupakan putra pasangan A Dimyathi Romly, dan Muflichah Marzuqi.

Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan pesantren Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang.

Sejak usia 10 tahun, cita-citanya sudah terpancang, yaitu menjadi profesor dan bekerja di laboratorium.

Izzul menempuh pendidikan dasar di MIN 4 Jombang PP Darul Ulum Rejoso (1988–1994).

Kkemudian melanjutkan ke MTs Program Khusus Darul Ulum (1994–1997), dan MAPK Surakarta (1997–2000).

Izzul meraih gelar sarjana Ilmu Sosiatri FISIPOL Universitas Gadjah Mada (2001–2005).

Izzil kembali kuliah dan meraih gelar magister di London School of Economics & Political Science (2006–2007) dengan spesialisasi Social Policy and Development.

Selepas itu, ia berkarier sebagai dosen di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saat ini, ia menjabat sebagai ketua Prodi IKS.

”Dulu itu saya S2 di UK dan masih single. Selepas S2 ada tawaran untuk lanjut S3 tapi saya tidak lanjutkan, karena saya bercita-cita untuk nanti S3-nya di luar negeri dengan membawa keluarga,” jelasnya.

Baca Juga: Mau Kuliah ke Luar Negeri? Begini Kisah dan Tips Warga Jombang Ini Dapat Beasiswa di Universitas Al Azhar Mesir

Keinginannya membawa keluarga sambil menempuh pendidikan S3 terwujud. Ia dinyatakan lolos program Beasiswa 5000 Doktor Kementerian Agama RI.

Dengan beasiswa tersebut, Izzul berangkat ke Kanada pada Agustus 2018 bersama istri, Ulfah Faiqotul Himmah, dan tiga buah hati mereka: Hizban Afuza, Hulla Tabriza, dan Hifzhi Kanoza.

Di McGill University, ia menempuh studi S3 di School of Social Work dari 2018 hingga 2025.

Setelah sempat pulang ke Indonesia untuk menuntaskan disertasi pada 2023, ia kembali ke Kanada pada Februari 2025 untuk ujian disertasi, hingga akhirnya lulus dengan predikat doktor.

Untuk bisa kuliah di Kanada, ada sejumlah syarat yang ia penuhi, mulai dari sertifikat IELTS minimal 6,5, rekomendasi akademik, hingga persetujuan calon supervisor.

Proses seleksi juga panjang, termasuk menyiapkan proposal penelitian dan berkoordinasi dengan promotor.

”Tipsnya sederhana, kuncinya disiplin dan tekun. Jangan bosan mencari cara agar bisa lolos, mulai dari bahasa Inggris sampai mencari supervisor,” tuturnya.

Namun, perjalanan studi itu tidak selalu mulus. Pada 2022–2023, beasiswanya sempat terhenti.

Izzul harus bekerja paruh waktu, baik sebagai asisten dosen, pengajar kelas S1, maupun kerja serabutan seperti cleaning service.

”Kombinasi multiperan itu memperkaya perspekfif saya dalam meliat keberagaman aktivitas manusia. Belum lagi pluralitas masyarakat Kanada yang sekuler, liberal, dan toleran semakin menambah pemahaman saya akan pentingnya menjaga tata nilai etika kita sebagai orang Indonesia, muslim diaspora, di tengah kebebasan yang tidak ditemukan di Tanah Air,” katanya.

Selain kuliah, Izzul aktif dalam berbagai organisasi diaspora.

Ia bergabung dengan PERMIKA (Persatuan Mahasiswa Indonesia Kanada), Syiar Montreal, serta ACIQ (Association de la Communauté Indonésienne du Québec).

Bahkan, pada 2021 ia terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU Amerika Serikat–Kanada.

Jabatan itu ia emban hingga Januari 2025. Di kampus, ia menjadi bagian dari SWAGS (The Social Work Graduate Student Association) McGill University, serta anggota Canadian Association of Social Workers (2020–2023).

Izzul menilai sistem pendidikan di Kanada sangat mendukung kemandirian akademik.

Mahasiswa S3 tidak hanya dituntut meneliti, tetapi juga dianjurkan mengajar.

Ia sendiri sudah tiga kali menjadi asisten dosen dan lima kali menjadi sessional instructor.

Di sela kesibukan akademik dan organisasi, Izzul tetap meluangkan waktu untuk hobinya membaca dan traveling.

Baginya, dua aktivitas itu bukan sekadar hiburan, tapi juga bagian dari proses memperluas wawasan. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#london #beasiswa kuliah luar negeri #luar negeri #Warga Jombang #diaspora #warga #S2 dan S3 #Kuliah Luar Negeri #kanada #Jombang #beasiswa