JombangBanget.id – Duta Genre Jombang 2025 ternyata berasal dari kalangan santri.
Fachri Zainuar Anugrah, siswa MAN 3 Jombang PP Bahrul Ulum Tambakberas.
Dia menempuh jalan panjang hingga meraih juara di ajang bergengsi tersebut.
’’Saya sangat bangga dengan raihan ini, karena sempat gagal di tahun 2024 lalu,’’ kata Fachri kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Ini kali kedua Fachri ikut pemilihan Duta Genre Jombang. Pada 2024, ia sempat mengikuti ajang yang sama, namun gagal menembus babak grand final.
’’Pada 2024 saya tidak lolos sampai 10 besar, waktu itu masih kelas 11. Nah di kelas 12 ini, saya memberanikan diri ikut kembali dan akhirnya sukses sampai jadi juara 1 putra,’’ ucap siswa kelahiran 4 Mei 2007.
Remaja asli Malang ini membawa program unggulan SAINTIS. Singkatan dari Santri Aktif, Inovatif, Negatif-free, Integrity, Terampil & Santun.
’’Ini ide untuk mengembangkan dan menyebarkan layanan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) ke ranah pesantren, karena memang sebenarnya sangat diperlukan,’’ ungkap putra dari pasangan Andi Harianto dan Ary Nuraini Nachdiyah ini.
Dengan memperluas jaringan layanan PIK-R, akan memberi pengetahuan lebih terkait kesehatan dan layanan konseling di pondok pesantren.
Layanan ini sangat dibutuhkan di pesantren lantaran santri dituntut jauh lebih mandiri dari remaja yang tinggal di rumah.
’’Kita di pondok ini kan semuanya dilatih mandiri, dilatih harus bisa sendiri dan jauh dari orang tua, sehingga layanan konseling ini sebenarnya sangat perlu. Baik soal lifeskill, pola hidup sehat hingga kesehatan reproduksi,’’ imbuhnya.
Baca Juga: Peran Duta Genre dalam Membangun Generasi Sehat dan Berwawasan
Ia mengaku mendapat banyak pengalaman berharga setelah mengikuti pemilihan Duta Genre Jombang.
Selain ilmu yang didapat hingga jaringan yang lebih luas, Fachri kini juga punya misi untuk melakukan program yang membawanya meraih juara.
’’Sekarang minimal di lingkup asrama, kegiatan diskusi, cerita dan konseling ringan terus akan saya kembangkan. Agar kami bisa hidup lebih sehat secara fisik juga psikis,’’ ungkapnya. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz