JombangBanget.id - Kemajuan teknologi banyak memberilkan kemudahan, tak terkecuali dalam mendukung kegiatan pembelajaran.
Winda Purwati, banyak memanfaatkan penggunaan teknologi untuk media pembelajaran di kelas.
Hasilnya, pembelajaran lebih menyenangkan dan siswa lebih termotivasi.
”Anak-anak kan sekarang serbateknologi ya, jadi saya menyesuaikan, memanfaatkan teknologi untuk belajar,” kata Winda.
Ia menghindari mengajar dengan metode ceramah. Sebab, hal itu membuat siswa cepat bosan dan jenuh.
Media pembelajaran yang biasa ia pakai adalah canva, atau membuat power point yang kemudian ia sambungkan ke LCD.
Apalagi banyak materi Bahasa Indonesia yang mengharuskan siswa membaca.
”Kalau membaca di LKS, tidak suka, jadi membacanya di layar, ya satu layar penuh begitu, tapi siswa lebih suka,” kata istri dari M Muhtadin Arif tersebut.
Winda juga terus meng-upgrade diri memanfaatkan tayangan YouTube, Tiktok untuk pengayaan metode pembelajaran.
Dengan begitu, ia semakin kreatif membuat materi ajar dan para siswanya pun bisa menerima materi pembelajaran dengan mudah dan menyenangkan.
”Sekarang saya dapat tugas jadi wali kelas 9D, jadi biasanya paling dekat dengan anak-anak yang saya pegang saja,” ungkapnya.
Meski begitu, menurut Winda kemudaha teknologi juga bisa membawa dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
Misalnya, terhadap putrinya, Medina Althafunnisa Elsahanum, ia membatasi penggunaan handphone.
Ia tidak ingin putrinya yang masih berusia 5 tahun itu kecanduan gadget.
Sebagai gantinya, ia sering mengalihkan perhatian purtinya dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter disiplin anak sejak dini.
”Itu susah sekali, tapi kalau sudah saya alihkan ke kegiatan lain, biasanya lupa dengan gadgetnya,” jelasnya.
Saat sekolah libur, Winda biasanya memanfaatkan momen tersebut jalan-jalan bersama keluarga untuk refreshing.
”Tidak jauh-jauh, paling ke Blitar, Tulungagung, Mojokerto, pas luang saja kalau ada libur panjang, kalau libur pendek ya lebih baik istirahat di rumah,” pungkas wanita kelahiran 4 September 1990 tersebut. (wen/naz/riz)
Editor : Ainul Hafidz