Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Punya Pedoman Lima T, Berikut Profil M Siswoyo Ketua DPC Peradi Jombang

Ainul Hafidz • Minggu, 20 April 2025 | 12:49 WIB
TELADAN: Ketua DPC Peradi Jombang Mohammad Siswoyo SH MH
TELADAN: Ketua DPC Peradi Jombang Mohammad Siswoyo SH MH

JombangBanget.id – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Jombang, Mohammad Siswoyo SH MH merupakan salah satu advokat atau pengacara senior di Jombang.

Dia memiliki moto atau pedoman lima T ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Toto, titi, tatak, dan tutuk serta tegel.

”Kuncinya dan kami punya motto toto, titi, tatak, tutuk, dan tegel,” kata Siswoyo kepada Jawa Pos Radar Jombang, Sabtu (19/4).

Siswoyo lahir di Dusun Dapurno, Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang 23 Februari 1967.

Dia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara pasangan H Kusairi dengan Hj Gimah.

Jenjang pendidikannya dihabiskan di Jombang. Mulai dari SD Negeri Dapurkejambon 1 lulus 1980. SMP Negeri 1 Jombang lulus 1982.

HARMONIS: Mohammad Siswoyo foto bersama keluarga.
HARMONIS: Mohammad Siswoyo foto bersama keluarga.

Lulus SMA Negeri 1 Jombang 1984. Serta menyelesaikan studi S1 Fakultas Hukum Undar Jombang 1991.

”S2 saya di Untag Surabaya lulus 2006,” imbuhnya.

Siswoyo kecil tak mempunyai cita-cita menjadi pengacara. Cita-citanya menjadi PNS. Namun, nasib berkata lain. Usai SMA, dia mendaftar CPNS tak pernah lolos.

’’Waktu itu sudah sembilan kali mendaftar PNS dan tidak pernah diterima,’’ kata warga Desa Dapurkejambon, Kecamatan Jombang ini.

Setelah menyelesaikan studi S1, Siswoyo kemudian bergabung dengan salah satu advokat di Jombang. Dari situ perjalanan karirnya dimulai.

”Kebetulan menangani perkara itu 1991 sebelum jadi pengacara. Istilahnya masih ikut orang. Banyak menangani perkara yang bersentuhan dengan orang-orang tidak punya dan sebagainya,’’ tuturnya.

Ketika itu dia tergerak, akhirnya mendaftar advokat pada 1992. ’’Alhamdulillah lulus, ternyata Allah menempatkan atau passion saya di sini,’’ ujarnya.

Sejak saat itu, kariernya terus moncer. Hingga didapuk menjabat sebagai ketua organisasi, mulai dari pengacara hingga partai politik.

Dalam menangani persoalan hukum, Siswoyo memiliki moto tersendiri, yakni lima T.

’’T pertama toto, artinya kita harus menata ketika menjalankan organisasi atau profesi. Maksudnya ada tatanan,” ucap bapak dua anak ini.

Titi artinya harus teliti dan memelajari hal-hal yang kecil. ”Apa yang terjadi permasalahannya dan solusinya bagaimana, kita tidak boleh sembrono dan teledor,” tuturnya.

Tatak maksudnya harus berani dan mampu berhadapan dengan siapapun. ’’Tidak harus berlawanan dalam hal fisik, tetapi mampu menyuarakan kebenaran,’’ urainya.

Tutuk, yakni ketika menangani perkara harus sampai tuntas. Jangan setengah-setengah, harus terselesaikan.

’’Yang terpenting itu tegel, kita harus mampu menyuarakan yang benar itu benar, dan salah itu salah,’’ tegasnya.

Karena sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia pengacara, Siswoyo punya banyak pengalaman suka dan duka.

Kunci menghadapi perkara beragam yakni mampu menempatkan diri dan memegang idealisme.

”Terpenting kita tidak masuk kepada wilayah perlawanan secara personal, akan tetapi masuk ke diskusi masalah hukumnya ketika berhadapan dengan orang lain,” bebernya.

Anak Modin, Pernah Jadi Dosen

KETUA DPC Peradi Jombang, Mohammad Siswoyo SH MH, merupakan anak modin. Selain berkecimpung di dunia pengacara, dia juga pernah menjadi dosen.

’’Keluarga saya ini tidak ada basic hukum sama sekali, karena bapak saya (H Kusairi) dulu seorang modin,’’ terangnya.

Setelah lulus SMAN 1 Jombang 1984 silam, dia tak langsung melanjutkan S1. Salah satunya karena faktor ekonomi.

TELADAN: Ketua DPC Peradi Jombang Mohammad Siswoyo SH MH.
TELADAN: Ketua DPC Peradi Jombang Mohammad Siswoyo SH MH.

’’Saya terminal (mandek) dua tahun, karena keterbatasan biaya. Baru bisa masuk kuliah ke Undar 1987,’’ kata suami Hj Sri Hartatik ini.

Selama kuliah, Siswoyo harus bekerja keras. ’’Saya kuliah sambil bekerja, waktu itu ikut salah satu dokter. Tugasnya hanya nulis nama pasien pukul 06.00-09.00, setelah itu jadi sebagai pegawai notaris sampai pukul 12.00, selanjutnya baru mengikuti perkuliahan,’’ paparnya.

Selain berkecimpung di pengacara, dia juga pernah menjadi dosen.

Tentang Karir M Siswoyo SH MH

’’Saya pernah dosen, selain di Undar juga di Lamongan dan Mojokerto,’’ bebernya. Dia dikarunia dua anak, Nickey Amanati LR dan Mieladina Durrotulkhumairoh. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#peradi #profil #motto #pedoman #Jombang #advokat #Ketua #pengacara #siswoyo #karir