JombangBanget.id - Memiliki keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk belajar dan berprestasi.
Motivasi itu datang dari Shafira Isyana Putri.
Mengalami hambatan penglihatan, Shafira tetap semangat untuk belajar.
Bahkan ia sering menjuarai lomba nyanyi, hingga hafal Alquran tiga juz.
”Shafira terlahir tidak memiliki bola mata dan bibir sumbing, serta kelainan pada jari tangannya,” ungkap Nur Henifah, ibunda Shafira asal Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Jombang.
Shafira lahir di Jombang pada 2 Juni 2014, kini ia duduk di bangku kelas 3 SDLB SLBN Jombang.
Shafira terkenal dengan suaranya yang merdu.
Bakat itu diketahui Heni ketika Shafira suka menyanyi, mengikuti alunan musik yang diputar setiap hari di bengkel yang ada di sekitar rumahnya.
Bahkan lagu-lagu yang Heni tidak tahu, Shafira hafal.
Mengetahui ada bakat menyanyi, oleh guru di sekolah Shafira disarankan untuk mematangkan bakatnya dengan mengikuti les menyanyi.
Seminggu sekali Shafira les nyanyi, bakatnya semakin matang, setiap event menyanyi Shafira ikuti, dan hampir selalu pulang dengan predikat juara.
Baca Juga: Profil Anom Antono, PNS Dinas P dan K Jombang yang Mewarisi Bakat Dalang dari Sang Ayah
”Setiap saya tahu ada lomba menyanyi saya ikutkan, alhamdulillah selalu pulang dengan piala, entah juara 1, atau juara 2 maupun juara 3. Dan itu lomba menyanyi umum, tidak harus ABK juga,” jelasnya.
Ia mempelajari semua genre. Namun kemampuannya lebih matang ke genre pop.
Shafira sudah empat kali menjadi juara 1 lomba menyanyi tingkat Kabupayen Jombang, juara favorit di tingkat provinsi.
”Ada lomba resmi yang diadakan pemerintah seperti O2SN, ada juga yang diadakan swasta. Terakhir Shafira juara favorit dari 27 kota se Provinsi Jatim event Ramayana Mencari Bintang,” ungkapnya.
Shafira juga sering diundang di berbagai event untuk menyanyi.
Pernah diundang ke SMPN 1 Kertosono, niat ikut lomba tingkat Jawa Timur tidak berhasil karena syaratnya harus grup, tidak bisa menyanyi solo.
Shafira justru tampil sebagai bintang tamu.
”Nyanyi dua lagu dapat uang Rp 1 juta, senang sekali dia, semakin semangat dia belajar,” ungkapnya.
Hani mengimbangi bakat Shafira dengan ilmu agama. Yaitu dengan cara belajar Alquran dengan cara mendengarkan.
Di awal, Hani sendiri yang mengajarkan, tapi karena tidak maksimal, Shafira juga pernah belajar ke pondok pesantren meski tak bermukim, dan kini ada guru privat khusus menghafal Alquran.
”Untuk membaca dengan braille masih belum bisa, karena dia ada keterbatasan di tangan juga,” jelasnya.
Setiap hari Shafira setoran lima ayat, dan konsisten dilakukannya setiap hari.
Kini Shafira sudah hafal juz 30, juz 1, 2 dan kini sedang menamatkan juz 3. Juga surat-surat khusus, seperti Ar Rahman, Muzammil, dan lain sebagainya.
Hani yang suka membagikan aktivitas Shafira di sosial media mendapatkan atensi dari stasiun televisi swasta.
”Saya dikontak untuk mengikuti kompetisi hafid Indonesia, qadarullah, belum rezeki, saat tes di Jakarta belum lolos,” ungkapnya.
Dalam kompetisi menghafal Alquran, Sharifa pernah menjadi juara 2 hafalan surat Ar-Rahman se Jawa Timur pada event yang diadakan Persatuan Difabel Indonesia.
Shafira kini juga mulai merambah ke olahraga, yaitu berenang.
Kini Shafira sudah bisa berenang, meski belajar harus sangat pelan, dan Heni harus terus mengawasi serta mendampingi ketika latihan.
Jadwal kegiatannya setiap hari juga makin padat. Yaitu Senin Selasa mengaji, Rabu les vokal, Kamis mengaji lagi, Jumat berenang, Sabtu libur, dan Minggu berenang lagi.
”Alhamdulillah meski belajar harus pelan-pelan sekali, anaknya sudah pinter, dan tidak ada ketakutan dalam air,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz