JombangBanget.id - Queen Azalia Rahmawati, warga Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang tergabung dalam delegasi Green Ambassador di COP29 yang dilaksanakan 11-22 November di Baku, Azerbaijan.
Mengusung tema "Transitioning Beyond Plastic: Reducing Plastic Use for a Sustainable Future", Queen berbicara tentang tantangan plastik sekali pakai.
”Semua dimulai dari kesadaran sederhana,” kata gadis 16 tahun tersebut.
Menurutnya, plastik sekali pakai yang banyak digunakan sehari-hari saat ini akan menjadi masalah besar jika tidak dikelola dengan bijak.
”Untuk itu saya ingin menginspirasi anak muda di seluruh dunia, bahwa perubahan bisa dimulai dari diri kita sendiri,” jelasnya.
Salah satu gebrakan yang ia lakukan adalah menyulap kamar tidurnya menjadi toko isi ulang ramah lingkungan. Hingga berkolaborasi dengan bank sampah lokal.
Queen menciptakan solusi nyata, memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Untuk mengikuti event tersebut, siswi SMAN 2 Jombang ini mulai persiapan sejak tiga bulan yang lalu.
Persiapan dilakukan di wadah simpul belajar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, dengan mengikuti kegiatan dalam kelas, penugasan dan mentoring tentang program pendidikan Green Youth Movement serta melaksanakan pekan generasi hijau yaitu aksi nyata dalam lingkungan sebagai tugas akhir.
Tahap selanjutnya, Queen terpilih sebagai green ambassador, menjadi 90 peserta terbaik dari 4.470 siswa jenjang SMA se Indonesia.
Ia terjaring menjadi 90 peserta terbaik dan diundang mengikuti prosesinya wisuda di Gedung Manggala Wanabakti KLH.
Di kesempatan program yang sama Queen juga inisiatif mengikuti penjaringan agenda UNFCCC COP29 mewakili pemuda Indonesia.
Dimana terpilih 10 besar dan mengikuti tahap wawancara. Queen terpilih dua terbaik, untuk mengikuti agenda COP29 di Baku Azerbaijan.
COP29 adalah Conference of the Parties ke-29, yaitu konferensi tahunan yang diadakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas isu perubahan iklim.
Acara ini merupakan bagian dari United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), yang menjadi forum global bagi negara-negara anggota untuk mengevaluasi kemajuan, menetapkan target baru, dan merundingkan kebijakan iklim internasional.
Dalam tahap seleksi, ia menjelaskan soal isu lingkungan di Kabupaten Jombang.
Ia menjelaskan tentang aksi nyata yang dilakukan memanfaatkan momen car free day, ia mengajak teman-teman yang juga peduli terhadap lingkungan untuk membuka donasi tas guna ulang bekas dari rumah.
”Gerakan yang mudah tapi bisa masif di lakukan tidak tergantung dengan dana,” jelasnya.
Ia kemudian menukar kantong plastik dengan tas guna ulang bekas tersebut. Sembari menjelaskan bahaya plastik sekali pakai, dan pentingnya mengurangi penggunaannya.
”Mulai dari hal kecil, seperti membawa tas belanja sendiri. Dampaknya besar untuk lingkungan,” ujarnya.
Proyek GreenFill Bulkstore yang ia gagas kini menjadi contoh inspiratif bagi bank sampah lain.
Bersama komunitasnya, ia telah mengedukasi ratusan pelajar di Jombang tentang pentingnya gaya hidup tanpa plastik, seperti membawa tumbler dan menggunakan sistem isi ulang.
Inisiatif ini telah berhasil mengurangi limbah plastik hingga 50 persen di beberapa sekolah dan komunitas.
”Bagi event yang diikuti lebih dari sekadar konferensi, ini adalah peluang bagi saya untuk menunjukkan kepada dunia, setiap tindakan kecil dapat menciptakan perubahan besar,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Ainul Hafidz