JombangBanget.id - Nama Drs Soeharto MSi tak asing di telinga masyarakat Kabupaten Jombang.
Mantan Sekdakab Jombang era Bupati Affandi (1998-2003) hingga Bupati Suyanto (2003-2008) ini dipercaya dua periode mengemban amanah sebagai Ketua PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Jombang.
Soeharto merupakan perintis berdirinya PMI Jombang.
Soeharto mulai aktif di dunia kesehatan khusunya PMI saat menjabat Kabag Kesra Setdakab Jombang 1981.
”Mungkin sekitar tahun 1980 saya sudah aktif di PMI. Dulunya, belum PMI. Hanya donor darah yang menjadi bagian dari RSUD Jombang,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Kala itu, lanjutnya, PMI masih merangkap dengan RSUD Jombang yang Direkturnya dijabat Sumarno Karsono.
”Lalu Pak Direktur RSUD Jombang Sumarno Karsono bilang, kalau RSUD kewalahan dengan tenaga medisnya. Akhirnya kita mendirikan terpisah, kantornya di belakang RKPD (Radio Khusus Pemerintah Daerah) Jombang,” tambahnya.
Soeharto termasuk pria yang berdedikasi tinggi, saat awal mendirikan PMI Jombang pihaknya tidak mendapat dukungan dana dari Pemkab Jombang.
Untuk itu, agar PMI bisa beroperasi secara mandiri, ia mengadakan penggalangan dana ke masyarakat lewat penjualan kupon.
”Berbagai kegiatan kita laksanakan agar PMI semakin eksis dan berkembang,” papar dia.
Beberapa tahun setelahnya, PMI Jombang terus mengalami kemajuan pesat.
Jumlah SDM dan fasilitas kesehatan terus bertambah.
Mulai ambulans, unit transfusi darah dan alat penunjang untuk kegiatan donor sekaligus pengolahan darah terus bertambah.
Bahkan, kini PMI Jombang menjadi rujukan 17 rumah sakit dan sejumlah instansi kesehatan yang tersebar di empat kabupaten/kota.
Mulai Jombang, Mojokerto, Kediri dan Lamongan.
”Kita juga punya Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah (Simudda) dengan jumlah 12.000 pendonor aktif. Sehingga, jika waktunya donor mereka akan mendapatkan reminder secara otomatis,” papar dia.
Setiap bulan, PMI bisa melayani hampir 2.000 kantong darah berbagai golongan.
Untuk mencukupi kebutuhan tersebut, PMI selalu bersinergi dengan instansi terkait.
Mulai instansi pendidikan, swasta dan lain-lain. ”Sehingga kebutuhan kita tetap tercukupi,” papar dia.
Sejak merintis berdirinya PMI Jombang tahun 1980, Soeharto juga pernah dipercaya menjabat beberapa jabatan.
Mulai pengurus, wakil ketua dan Ketua PMI Jombang periode (2019-2024) dan (2024-2029).
Selama 44 tahun mengabdi, Soeharto memiliki komitmen tinggi untuk meningkatkan kapasitas SDM demi terwujudnya PMI yang profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan masyrakat.
”Dalam mengembangkan PMI, kita juga dibantu sekitar 70 personel. Mulai dari pengurus dan staf yang tangguh dan profesional,’’ pungkasnya. (ang/fid)
Editor : Ainul Hafidz