JombangBanget.id – Syaiful Anwar ST ME baru saja dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang.
Dalam bekerja, Syaiful Anwar memegang teguh, norma kepegawaian yang harus dilaksanakan, serta norma kemanusiaan yang harus diperhatikan.
’’Yang utama yang saya pegang, bekerja harus memperhatikan norma kepegawaian, juga harus memperhatikan norma kemanusiaan,’’ kata pria kelahiran Jombang 19 Maret 1978.
Warga Desa Mojongapit Kecamatan Jombang ini memulai pendidikannya di SDN Tejo 1 Kecamatan Mojoagung, Jombang, lulus 1990.
Lalu SMPN 1 Mojoagung lulus 1993 dan SMAN 2 Jombang lulus 1996.
Putra pasangan Ir Sarihono dan Wiwik Sri Rahayu Ningsih ini kemudian kuliah jurusan Teknik Pengairan Universitas Brawijaya Malang 2000.
Syaiful kemudian bekerja di PT Indra Karya Malang kantor perwakilan Mataram Nusa Tenggara Barat (2000-2003).
Lalu bekerja di Konsultan Nippon Koei.Co.Ltd yang mengawal proyek Decentralized Irrigation System Improvement Project (DISIMP) di pulau Sumbawa NTB sebagai Asisten Engineer (2003-2005).
Dia lolos tes CPNS 2005. Syaiful kemudian ditempatkan di Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.
Pada 2009, ia mengajukan mutasi ke Jombang. Pengajuannya baru disetujui 2010.
Ia menjabat kepala seksi air bersih pada Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang, Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Jombang 2013-2017.
Kemudian menjadi Kepala Seksi Pengembangan Kawasan Permukiman Perkotaan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang 2017-2019.
Kepala Seksi Kawasan Perkotaan Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang pada 10 Januari 2019 sampai 28 Juni 2019.
Setelah itu, Syaiful diangkat menjadi Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Permukiman pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang hingga 2022.
Jabatannya naik lagi sebagai Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang.
Ia juga menjabat pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Jombang hingga 2023.
Syaiful lulus S2 jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Darul Ulum Jombang dan 23 Februari 2023.
Tepat 6 September 2023, Syaiful ditugaskan menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Terhitung 1 Januari 2024, ia merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang.
Dan pada Rabu (31/7) kemarin, ia dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang.
Di semua posisi yang pernah ia lakoni, yang selalu menjadi pegangan adalah norma kemanusiaan.
Sehingga luwes dalam menjalankan tugas. Karena bisa dilakukan diskresi aturan untuk mengutamakan kemanusiaan atau kemasyarakatan.
’’Salah satu contoh yang saya lakukan, kala penanganan jalan ketika di PU. Kita menangani keadaan darurat sedangkan jalan tersebut bukan merupakan kewenangan dari dinas kami, tapi itu merupakan akses jalan satu-satunya yang menghubungkan dua lokasi. Sangat perlu jembatan. Maka kita bangun jembatan di situ,’’ kenangnya.
Pada 2018, ia salah satu yang menginisiasi pembangunan jembatan di Dusun Tambak Desa Jiporapah Plandaan, Jombang.
Meski masyarakat sedikit dan lalu lintas harian tidak memenuhi, tapi karena itu sangat dibutuhkan, maka dibangunlah jembatan untuk memudahkan masyarakat.
’’Diskresi bisa kita ambil guna memberikan manfaat seoptimal mungkin untuk seluruh masyarakat,’’ terangnya.
Setiap jabatan yang ia emban memiliki kesan tersendiri. Ia bekerja seoptimal mungkin untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi di setiap jabatan.
Syaiful menghargai semua proses. Baginya, kesuksesan adalah proses itu sendiri.
Sementara kesuksesan di akhir adalah bonus dari Allah atas doa yang dipanjatkan.
’’Di setiap jabatan yang saya emban, saya memiliki standar kepuasan sendiri. Yang pasti, tupoksi harus saya selesaikan dengan tuntas. Saya menikmati prosesnya, bukan hasilnya,’’ jelasnya.
Salah satu wanita yang memiliki peran besar dalam perjuangan karirnya adalah Dyah Murdyanti Pramastuti SPsi. Dia menyuntingnya pada 22 April 2006.
Dikaruniai tiga orang putri, Nurasyifa’ Nabila Anwar, Naveeda Elsyakila Aulia Anwar dan Nasyitha Zihni Faiqah Anwar.
Keluarga merupakan pendukung terbesarnya. Ia berkolaborasi bersama istrinya, Dyah, untuk mendidik dan menanamkan karakter positif pada ketiga putrinya.
’’Saya sangat beruntung menikahi istri saya, yang selalu memberikan dukungan. Tidak pernah menuntut lebih, dan bersedia mengabdikan hidupnya untuk menjadi ibu dan istri yang baik bagi saya dan anak-anak,’’ ungkapnya bangga.
Dalam pendidikan, ia mengkolaborasikan pendidikan zaman dulu dan zaman sekarang kepada anak-anaknya.
Dulu, anak-anak dibiasakan dengan kolaborasi, dan komunikasi dalam segala hal. Terbiasa memiliki jiwa sosial yang tinggi.
Tapi merasa selalu membutuhkan orang lain, dan terbiasa melakukan sesuatu dengan kerjasama.
Sedangkan anak sekarang tidak, ego sektoral begitu terlihat karena sudah terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri dengan bantuan teknologi.
Sebagai ayah, Syaiful mendidik ketiga anaknya dengan metode campuran.
’’Teknologi adalah tuntutan dan kebutuhan sekarang. Sedangkan norma adalah sebuah kewajiban, jadi kita kolaborasikan antara kebutuhan dan kewajiban,’’ urainya.
Sebagai ASN, Syaiful juga memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Bahwa, harus menjunjung tinggi kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan.
’’Misalnya, berencana jalan-jalan ternyata ada penugasan dari pimpinan, maka saya harus melaksanakan tugas itu, dan meninggalkan rencana family time,’’ tegasnya.
Dikala senggang, biasanya Syaiful menyempatkan untuk jalan-jalan bersama keluarga di akhir pekan.
’’Kami jalan-jalan tidak pernah ada rencana. Rencana mau kemana, dibahas setelah kami sudah ada dalam kendaraan. Yang penting anak-anak senang,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz