Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Cerita M Ziaul Arif Warga Jombang Kuliah S3 di Finlandia, Keluarga Diboyong ke Luar Negeri, Berjibaku Adaptasi dengan Cuaca

Wenny Rosalina • Sabtu, 10 Februari 2024 | 14:15 WIB
BERSALJU: Muhammad Ziaul Arif, di depan kampusnya University of Eastern Finland (UEF), Kota Kuopio, Finlandia saat musim dingin tiba.
BERSALJU: Muhammad Ziaul Arif, di depan kampusnya University of Eastern Finland (UEF), Kota Kuopio, Finlandia saat musim dingin tiba.

JombangBanget.id - Muhammad Ziaul Arif warga Desa Mayangan RT 10 RW 03 Kecamatan Jogoroto, Jombang kini tengah menyelesaikan studi S3 di Finlandia harus berjibaku adaptasi dengan cuaca.

Finlandia dikenal dengan negara terbahagia nomer satu di dunia.

Menawarkan kualitas hidup yang tinggi, lingkungan yang sangat aman, dan keindahan alam yang luar biasa.

Semuanya menambah daya tarik untuk belajar dan sekaligus menikmati hidup.

Jaminan pendidikan terbaik dan gratis untuk anak-anak serta jaminan kesehatan dari pemerintah.

Setelah setahun lebih di Finlandia, Ziaul memboyong istrinya, Daana dan anak-anaknya Nada, Naura dan Naafia untuk menyusul ke Finlandia 2019.

Satu-satunya hal yang membuatnya cemas di Finlandia, menghadapi tantangan barunya.

Termasuk soal budaya, bahasa, utamanya cuaca yang sangat berbeda dari Indonesia dan Inggris.

Meski sudah merasakan negara dengan empat musim di Inggris, namun di Finlandia utamanya di Kuopio tempatnya tinggal sangat berbeda.

Pada Maret, di Inggris musim semi yang sejuk. Di Kuopio masih penuh dengan salju, dengan suhu rata-rata -11 derajat celcius.

’’Apalagi saya awal-awal ke sini persiapan tidak matang. Belum cari tahu kondisi Maret seperti apa. Saya tiba di Finlandia Maret 2018,’’ bebernya.

Baca Juga: Cerita Waqidatul Nur Prihatin Warga Jombang yang Sukses Berkarir di Belanda, Awalnya Coba-Coba, Kini Tiap Tiga Bulan Liburan ke Berbagai Negara

Musim dinginnya cenderung ekstrem. Bisa sampai enam bulan lamanya penuh dengan salju.

Suhu bisa mencapai -35 derajat celcius di Januari-Februari.

Malam hari juga lebih panjang, bisa mencapai 20 jam. Matahari bahkan tak terlihat selama tiga bulan.

’’Hal ini bisa mempengaruhi kondisi psikologi seseorang jika tidak dipersiapkan secara mental dan fisik. Oleh karena itu, kami diwajibkan minum vitamin D setiap hari di musim dingin,’’ tambahnya.

Sebaliknya, musim panas Finlandia, matahari bisa terlihat hingga lebih dari 21 jam.

Dan tidak ada gelap, hanya remang-remang seperti kondisi mendung gelap saat hujan akan turun di Indonesia.

Namun suhu sangat sejuk yang berkisar antara 20-25 derajat Celcius.

’’Musim gugur sangat indah di sini, karena pergantian warna-warni dedaunan dari hijau menjadi kuning/orange menyajikan pemandangan yang luar biasa yang bisa memberikan energi positif dalam belajar dan berkativitas,’’ tambahnya.

Setelah lebih dari lima tahun tinggal di Kuopio, Finlandia, hal tersebut bukan menjadi hambatan lagi.

’’Saya sangat bersyukur dan menikmati setiap musim yang ada, karena apapun musimnya, banyak kegiatan-kegiatan di luar rumah yang bisa saya dan keluarga lakukan,’’ ucapnya.

Setelah menamatkan pendidikan S3, ia akan kembali ke Indonesia, menjalani kehidupan lagi sebagai PNS di Universitas Jember.

Tujuannya kuliah S3 di luar negeri, untuk mengembangkan institusi tempatnya mengajar, dari pengalaman-pengalaman yang didapatkan selama S3 di Finlandia.

Baca Juga: Jadi Imam Masjid di UEA, Sunarto Tak Cukup Hanya Kuasai Bahasa Arab

’’Di Finlandia terdapat banyak sekali yayasan pribadi yang menyumbangkan jutaan Euro untuk para peneliti di berbagai bidang ilmu di universitas untuk mengambangkan suatu teknologi atau teori-teori sosial. Hal ini menginspirasi saya untuk bercita-cita mendirikan suatu yayasan yang berkontribusi pada bidang sains dan terapannya,’’ ungkapnya.

Ziaul bungsu dari enam bersaudara. Lahir dari ayah seorang guru MI, dan ibunya guru ngaji.

Keduanya sangat peduli kepada pendidikan. ’’Orang tua saya mewajibkan semua anaknya kuliah,’’ katanya.

Ia tamat MI Midanutta’lim Desa Mayangan 1997. Kemudian lanjut di MTsN 6 Jombang lulus 2000.

Kemudian lanjut di SMAN Jogoroto lulus 2003.

Selama di SMA, Arif memiliki kesempatan dan pengalaman mengikuti lomba-lomba dan olimpiade Matematika dan Fisika.

’’Dari situ saya tertarik dengan Matematika,’’ jelasnya.

Dia selalu mendapatkan peringkat tiga besar. Karena belajar dengan tekun untuk mengejar cita-cita kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN).

Arif lulus dengan meraih nilai ujian nasional tiga besar tertinggi di SMAN Jogoroto, Jombang.

Dia lantas kuliah di Universitas Brawijaya Jurusan Matematika dan lulus 2007.

Ia bekerja di beberapa perusahaan besar dengan berbagai posisi. Pada 2009 baru lolos CPNS dosen di Jurusan Matematika Universitas Jember.

’’Dari sini karir akademis saya mulai,’’ ucapnya.

Dia mendapat kesempatan melanjutkan S2 di University of Nottingham, Inggris, Jurusan Matematika Terapan melalui beasiswa Luar negeri Kemenristek 2012-2013. (wen/jif/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#luar negeri #musim #Jogoroto #cuaca #Warga Jombang #diaspora #salju #Mayangan #Jombang #finlandia #Kuliah #s3