Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tips Waqidatul N Warga Jombang Bisa Bekerja ke Luar Negeri, Manfaatkan Sosmed untuk Tambah Kenalan, Permudah Adaptasi dengan Gabung Komunitas

Wenny Rosalina • Sabtu, 20 Januari 2024 | 13:35 WIB
KREATIF: Waqidatul Nur Prihatin warga Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang yang kini bekerja di W Amsterdam, salah satu hotel di Belanda.
KREATIF: Waqidatul Nur Prihatin warga Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang yang kini bekerja di W Amsterdam, salah satu hotel di Belanda.

JombangBanget.id - Bagi Waqidatul Nur Prihatin atau yang akrab disapa Nida, setiap hari adalah kesempatan untuk berkembang dalam lingkungan yang menghargai ide-ide baru, kreativitas, keberagaman, dan kualitas hidup yang tinggi.

”Belanda bukan hanya tempat kerja, tapi juga tempat untuk menumbuhkan mimpi dan menemukan kebahagiaan,” katanya.

Setiap hari, Nida yang bekerja di W Amsterdam, salah satu hotel di Belanda, sebagai quality manageria ini selalu bersemangat untuk bekerja.

Mengingat tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama seperti dirinya.

Setiap hari bisa belajar, menambah pengalamannya, dan memperluas jaringannya, dan belajar dengan cara kerja yang efisien, dengan terlibat dalam project-project yang inovatif.

”Bekerja di Belanda adalah pengalaman yang memperkaya, baik secara profesional maupun pribadi. Saya bertemu dengan kolega dari berbagai belahan dunia,” ungkap warga Desa Pulorejo, Kecamatan Tembelang, Jombang yang kini tinggal di Spuistraat 175 1012 VN Amsterdam ini.

Di tempat kerjanya, Nida merasa nyaman karena lingkungannya cenderung kolaboratif, hierarki yang datar, dan tidak memandang posisi atau umur dalam berkembang.

”Menurut saya ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi perjalanan untuk menemukan potensi terbaik diri sendiri,” ungkap alumnus SMKN 1 Jombang Jurusan Perhotelan ini.

Untuk bisa bekerja di luar negeri khususnya di Belanda, bekal utama menurutnya adalah kemampuan bahasa Inggris.

Tidak harus bahasa Belanda sebab, di Belanda meski bukan negara yang menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya, tapi masyarakatnya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik.

”Bahkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat Belanda yang terbaik di dunia,” kata putri pasangan Suwarno dan Siti Muromelah ini.

Baca Juga: Kiat Rimadhani Melati Alumni SMK di Jombang Bisa Terbang ke Jerman, Bekerja Sembari Traveling

Jaringan internasional juga bisa dibangun melalui sosial media sembari mencari informasi tentang visa kerja.

”Setiap aplikasi yang dikirimkan, sekecil apa pun, merupakan langkah dekat menuju impian, percayalah pada kemungkinan,” jelasnya.

Di Belanda, Nida kembali mulai dari nol. Apalagi sebelum ia bekerja, ia tidak memiliki teman, tidak punya tempat berbagi cerita.

Karena di Belanda masyarakat cenderung tertutup, utamanya dengan orang-orang baru atau orang yang tidak dikenal.

”Itu bagian dari culture shock yang saya alami, mereka sangat tertutup, sangat menjaga privasi, bahkan senyum di jalan kalau papasan sama orang bagi mereka bukan hal yang biasa, dan dianggap aneh,” katanya.

Namun, meski memiliki cukup kemampuan untuk berbahasa Inggris, belajar bahasa Belanda baiknya tetap dilakukan agar semakin menyatu dengan lingkungan tempat tinggal atau tempat bekerja.

Juga terbuka pada makanan dan tradisi baru.

”Berpartisipasi dalam kegiatan komunitas seperti gym atau yoga grop untuk memudahkan proses adaptasi. Yang perlu diingat, kunci sukses adaptasi adalah sikap terbuka dan keinginan untuk belajar,” jelasnya.

Adaptasi makanan menurutnya lebih mudah, karena di Belanda banyak makanan Indonesia.

”Karena kita punya sejarah panjang dengan Belanda ya,” katanya.

Yang sulit menurutnya adalah adaptasi dengan cuaca, apalagi saat musim dingin.

”Solusi menghadapi musim dingin adalah kabur ke negara yang lebih panas, paling liburan ke Portugal atau Spanyol,” tambahnya.

Baca Juga: Cerita Ari F Dewi Alumnus UI yang Kini Kuliah di Asutralia

Mengepakkan karier di dunia perhotelan luar negeri sejak 2017, menurutnya salah satu yang membuatnya berhasil adalah kemauannya dalam belajar, mengembangkan keterampilan yang relevan, berani mengambil risiko.

”Dunia perhotelan adalah panggung global, dan kalian adalah bintangnya. Dengan persiapan yang tepat, tidak ada yang mustahil. Jadilah pembelajar seumur hidup, pengalaman kerja atau magang di hotel atau industri perhotelan akan menjadi nilai tambah,” pungkas wanita yang hobi traveling ini. (wen/naz/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#luar negeri #belanda #pulorejo #bekerja #Warga Jombang #Tembel #SMKN 1 Jombang #Stipram Yogyakarta