Lele di Desa Diwek Jombang Tak Lagi Cuma Dijual Mentah, Ini Inovasi Terbarunya

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:47 WIB
SUKSES: Mahasiswa KKN 183 UMM bersama peserta pelatihan di Desa/Kecamatan Diwek, Jombang, Kamis (20/8). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
SUKSES: Mahasiswa KKN 183 UMM bersama peserta pelatihan di Desa/Kecamatan Diwek, Jombang, Kamis (20/8). (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Ikan lele di Desa/Kecamatan Diwek, Jombang tidak hanya didorong untuk dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah.

KKN 183 UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) mengembangkan abon lele tinggi protein dan mendampingi warga dalam pengolahan serta pengembangan UMKM pada Kamis (20/8).

”Kami melihat di Desa Diwek banyak budidaya ikan lele. Kami memilih ikan lele sebagai terobosan dan inovasi baru untuk menjadikan lele itu produk ketahanan pangan yang mendorong UMKM lokal,” kata Koordinator KKN 183 UMM, Rusi Wirandita Jul Safa.

Baca Juga: 300 Ton Limbah B3 di Jombang Diangkut, Sisa Segini yang Belum Dipulihkan

Program itu diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.

Desa Diwek dipilih karena memiliki komoditas ikan lele yang cukup melimpah. Namun selama ini pemanfaatannya masih banyak sebatas dijual dalam bentuk mentah.

Kondisi itu menjadi peluang bagi mahasiswa untuk menghadirkan inovasi pengolahan lele sehingga memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Mahasiswa KKN 183 UMM mengembangkan olahan abon lele tinggi protein. Produk itu dirancang ramah gizi dan disukai anak-anak.

Baca Juga: BPK Turun Audit Proyek Sekolah Rakyat Jombang, Ini Kondisinya

’’Selain memiliki nilai ekonomi, inovasi ini kami harapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko stunting di Desa Diwek,’’ imbuhnya.

Tak hanya memberikan pelatihan pengolahan, mahasiswa juga membekali warga dan pelaku UMKM dengan pengetahuan mengenai branding, perhitungan harga jual, pengemasan (packaging) yang higienis serta strategi pemasaran digital. 

’’Pendampingan ini kami agar masyarakat memiliki bekal untuk mengembangkan produk olahan lele menjadi usaha yang berkelanjutan,’’ terangnya.

Salah satu warga Desa Diwek, Yuni, menyambut positif kegiatan yang digelar mahasiswa UMM.

Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru bagi ibu rumah tangga yang sebelumnya belum mengetahui cara mengolah lele menjadi berbagai produk pangan.

Baca Juga: Begini Respons Rais Aam Saat Tinjau Persiapan Muktamar NU di Tambakberas Jombang

’’Dengan adanya pelatihan ini kami mendapatkan ilmu. Bisa bikin menu yang bervariasi untuk anak di rumah dan yang kedua bisa untuk usaha,’’ ucapnya.

Melalui program KKN tersebut, mahasiswa UMM berupaya mendorong masyarakat tidak hanya menjual hasil budidaya lele sebagai bahan mentah.

Tetapi juga mengolahnya menjadi produk dengan nilai tambah.

Ke depan, olahan lele khas Desa Diwek diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dan menjadi salah satu penggerak ekonomi warga secara mandiri dan berkelanjutan. (fid/jif)

Editor : Ainul Hafidz
abonemen umm lele Jombang Diwek