Miagan Umbrella Fest 2026, Cara Pemdes Miagan Jombang Promosikan Potensi Lokal

Dwi Aris Supriyanto • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 08:02 WIB
SOLID: Kepala Desa Miagan, Mojoagung, Jombang Antok Budi Subagyo menyerahkan cenderamata berupa payung kepada Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi partai Golkar Sumardi SH.MH saat penutupan Gelar Potensi Desa Miagan Umbrella Fest 2026, Sabtu (1/8) malam. (Dwi Aris/Radar Jombang)
SOLID: Kepala Desa Miagan, Mojoagung, Jombang Antok Budi Subagyo menyerahkan cenderamata berupa payung kepada Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi partai Golkar Sumardi SH.MH saat penutupan Gelar Potensi Desa Miagan Umbrella Fest 2026, Sabtu (1/8) malam. (Dwi Aris/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Miagan, Kecamatan Mojoagung, Jombang menggunakan Umbrella Fest 2026 sebagai strategi memperkenalkan potensi lokal sekaligus menjaga budaya desa.

Kegiatan tersebut menghadirkan unsur seni, tradisi, hiburan, dan ekonomi kreatif.

Gelar Potensi Desa Miagan Umbrella Fest 2026 digelar selama tiga hari, mulai Kamis (30/7) hingga Sabtu (1/8).

Baca Juga: Kejari Jombang Pulbaket Kasus KPRI Sejahtera, Sejumlah Pihak Segera Dipanggil

Agenda tersebut sekaligus menjadi perayaan milad ketiga Alun-Alun Cemara (AAC).

Mengusung tema Miagan Bahagia Sepayung Harmoni, kegiatan tahun ini digelar berkolaborasi dengan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.

Kepala Desa Miagan Antok Budi Subagyo mengatakan, festival tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.

Selain memadukan hiburan, budaya, dan kebersamaan, kegiatan itu juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Wisuda 40 Santri Darul Ulum Gapuk Jombang, Diminta Amalkan Ilmu

”Kegiatan ini memadukan unsur hiburan, budaya serta kebersamaan selama tiga hari berturut-turut, serta berdampak pada ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Menurut Antok, festival itu bukan sekadar pesta rakyat. Lebih dari itu, menjadi wujud rasa syukur, pelestarian tradisi, sekaligus ajang mempromosikan potensi lokal Desa Miagan.

Ia menjelaskan, payung atau umbrella dalam budaya Jawa, khususnya di Jombang, memiliki makna lebih dari sekadar pelindung.

Payung menjadi simbol perlindungan, kehormatan, dan kebersamaan.

Dalam berbagai tradisi masyarakat pedesaan, payung juga digunakan sebagai lambang doa agar kehidupan senantiasa mendapat perlindungan.

”Miagan Umbrella Fest mengambil semangat tersebut dan mengemasnya dalam format yang lebih modern, serta mengajak masyarakat untuk 'sepayung' dalam arti lebih luas, yakni bersama menaungi perbedaan, menjaga harmoni, dan merawat budaya lokal,” terangnya.

Baca Juga: Delapan Siswa Jombang Lolos Semifinal OSN 2026, Ini Daftar Lengkapnya

Menurutnya, keberadaan AAC semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan tersebut berkembang dari lapangan sepak bola menjadi ruang interaksi olahraga, ekonomi, sosial, dan kebudayaan.

Rangkaian kegiatan diawali Kamis (30/7) dengan doa bersama, purakan tumpeng, dan hiburan panggung gembira.

Hari berikutnya dilanjutkan kirab budaya Festival Payung. Puncak acara digelar Sabtu (1/8) melalui senam bahagia bersama di Alun-Alun Cemara pada pagi hari.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kiat Cepat Hafal

Malam harinya, ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan penampilan Campursari Mayangkara dan pesinden nasional Niken Salindry.

Antok menyebut antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut mampu menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM, seni, dan budaya lokal.

”Acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan wadah untuk mempromosikan UMKM, seni, dan budaya lokal,” tandasnya. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
miagan umbrella fest pemdes miagan Desa Kita Jombang Miagan