JombangBanget.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh, Jombang bergerak cepat merespons keluhan petani terkait serangan penyakit pada tanaman tembakau.
Laporan petani langsung diteruskan ke Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang hingga ditindaklanjuti dengan identifikasi lapangan bersama tim teknis.
Identifikasi dilakukan Senin (27/7) di lahan Kelompok Tani (Poktan) Peyek, Desa Tanjungwadung.
Baca Juga: Polisi Temukan Arak Oplosan di Kabin, Kontainer Tabrak Motor dan Lapak Pedagang Jombang
Kegiatan melibatkan Disperta Kabupaten Jombang, Penyuluh Pertanian Lapangan Badan Pelaksana Penyuluhan (PPL BPP) Kabuh, SIANI (Sahabat Setia Petani) Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, serta Pemerintah Desa Tanjungwadung.
Kepala Desa Tanjungwadung Supono mengatakan, sinergi lintas pihak tersebut dilakukan agar penyebab serangan dapat dipastikan melalui identifikasi ilmiah sehingga penanganannya tepat sasaran.
”Keterlibatan berbagai pihak diharapkan, dapat menjadi dasar identifikasi secara ilmiah sehingga solusi yang diberikan benar-benar sesuai dengan penyebab di lapangan,” ujarnya.
Menurut Supono, tembakau merupakan komoditas perkebunan unggulan di wilayah Kabuh yang mampu mendongkrak pendapatan petani saat musim kemarau.
Baca Juga: Simpanan Anggota KPRI Sejahtera Jombang Tak Bisa Dicairkan, Posko Pengaduan Mulai Dibanjiri Laporan
Meski kondisi cuaca mendukung pertumbuhan tanaman, risiko gangguan dalam proses budidaya tetap bisa terjadi.
”Namun, meskipun telah sesuai, permasalahan dalam budidaya tanaman tembakau tetap saja ada kemungkinan terjadi,” tambahnya.
Selama identifikasi, tim gabungan tidak hanya mengamati tanaman yang menunjukkan gejala layu.
Mereka juga berdiskusi dengan petani mengenai riwayat budidaya, kondisi lahan, pola pemupukan, hingga kemungkinan adanya serangan penyakit.
Tim SIANI BBPPTP Surabaya turut memberikan pendampingan teknis dengan menekankan pentingnya menjaga kesehatan tanah dan menerapkan pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu.
Upaya yang direkomendasikan meliputi perbaikan kondisi tanah, pemanfaatan agens hayati (jamur antagonis), aplikasi bakteri baik, fungisida alami, serta penggunaan bahan kimia sintetik secara bijak.
Baca Juga: Dana BOSP Kinerja Terbaik Harus Berdampak pada Mutu Pendidikan, Ini Pesan Dinas P dan K Jombang
Kepala Disperta Kabupaten Jombang M. Rony menegaskan, kehadiran pemerintah bersama tim teknis merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons cepat terhadap persoalan yang dihadapi petani.
”Pemerintah tidak ingin petani berjalan sendiri menghadapi persoalan di lapangan, ketika muncul indikasi penyakit pada tanaman tembakau, kami segera memfasilitasi untuk melakukan identifikasi secara langsung. Dengan diagnosis yang tepat, diharapkan solusi yang diberikan juga tepat sasaran sehingga kerugian petani dapat diminimalkan,” tegasnya. (dwi/naz)
Editor : Ainul Hafidz