JombangBanget.id – Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kecamatan Ngusikan, Jombang belum tuntas.
Dari 11 desa, masih ada empat desa yang belum membangun gerai koperasi. Tiga di antaranya terkendala lahan.
Camat Ngusikan Wahyu Purnomo Suhartono mengatakan, tiga desa yang masih menghadapi kendala tersebut adalah Desa Kromong, Asemgede, dan Cupak. Ketiganya terkendala lahan.
”Empat desa belum membangun KDKMP. Tiga desa, yakni Kromong, Asemgede, dan Cupak, terkendala tanah kas desa karena lahannya berada di desa lain,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Gelar Penilaian Kompetensi ASN, Jadi Dasar Mutasi dan Promosi Jabatan
Menurut Wahyu, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah memanfaatkan lahan milik Perhutani. Namun, rencana itu masih membutuhkan komunikasi dan koordinasi dengan sejumlah pihak.
”Solusinya memungkinkan menggunakan lahan Perhutani. Namun tentu perlu komunikasi dan koordinasi terlebih dahulu,” katanya.
Satu desa lainnya yang belum membangun koperasi desa (Kopdes) Merah Putih adalah Desa Keboan. Berbeda dengan tiga desa tersebut, Keboan telah memiliki tanah kas desa sehingga tinggal menunggu proses pembangunan.
”Kalau Desa Keboan, tanah kas desanya sudah ada, jadi tinggal proses pembangunan,” jelasnya.
Sementara itu, tujuh desa lainnya telah merampungkan pembangunan gedung KDKMP. Yakni, Desa Mojodanu, Manunggal, Ngampel, Ngusikan, Ketapangkuning, Kedungbogo, Sumbernongko, serta Randuwatang. Dari desa-desa tersebut, KDKMP di Desa Kedungbogo, Ketapangkuning, dan Ngampel sudah mulai beroperasi.
”Yang sudah beroperasi saat ini ada Kedungbogo, Ketapangkuning, dan Ngampel,” ungkap Wahyu.
Dia menambahkan, seluruh desa yang telah membangun KDKMP juga sudah menerima bantuan kendaraan operasional dari PT Agrinas melalui Kodim 0814/Jombang.
”Semua desa yang sudah membangun KDKMP sudah mendapat kendaraan operasional dari Agrinas. Sedangkan desa yang belum membangun tentu belum menerima bantuan tersebut,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz