Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Tradisi Turun-Temurun, Sedekah Desa Sumbernongko Jombang Jadi Simbol Syukur Warga

Dwi Aris Supriyanto • Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:38 WIB
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Sumbernongko Sumartono bersama jajaran Forkopimcam Ngusikan saat acara sedekah desa di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Ngusikan, Jombang, Kamis (30/4). (Dwi Aris/Radar Jombang)
URI-URI TRADISI: Kepala Desa Sumbernongko Sumartono bersama jajaran Forkopimcam Ngusikan saat acara sedekah desa di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Ngusikan, Jombang, Kamis (30/4). (Dwi Aris/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Tradisi sedekah desa terus dijaga warga Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Jombang.

Tradisi turun-temurun dari leluhur itu rutin digelar setiap memasuki bulan Selo dalam penanggalan Jawa sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa keselamatan bagi desa.

Puncak acara sedekah desa tahun ini digelar di pendopo Balai Desa Sumbernongko, Kamis (30/4). Warga dari seluruh dusun kompak membawa tumpeng untuk didoakan bersama.

Kepala Desa Sumbernongko Sumartono mengatakan, tradisi sedekah desa sudah berlangsung sejak lama dan hingga kini tetap dipertahankan tanpa mengubah pakem pelaksanaannya.

Baca Juga: Bus Pariwisata Hantam Truk Box di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Truk Meninggal di Lokasi

”Dilaksanakannya setiap bulan Selo, tanggalnya kondisional tidak ditentukan secara pasti, patokan bulan Selo tersebut kerap dijadikan tetenger masyarakat sebagai hajatan besar setiap tahun,” terangnya.

Ia menjelaskan, sedekah desa dilaksanakan serentak di seluruh dusun. Mulai Dusun Cangak, Candi, Mernungkidul, Nongko hingga Dusun Sumbernongko.

”Setiap warga dusun menyelenggarakan sedekah bumi serentak di hari yang sama sebagai wujud rasa syukur mereka, puncak acaranya tetap dipusatkan di balai desa,” katanya.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa tumpeng dan berkumpul di balai desa untuk berdoa bersama. Warga berharap dijauhkan dari marabahaya sekaligus diberi keberkahan dan kemakmuran.

”Mereka memiliki keinginan yang sama yakni terhindar dari malapetaka, bencana dan jadi tolak balak, warga juga turut memanjatkan harapan untuk keselamatan, kesehatan, dan kemakmuran desa,” tandas Sumartono.

Setelah doa bersama selesai, tumpeng yang dibawa warga kemudian dimakan bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan kerukunan antarwarga. Rangkaian kegiatan juga dimeriahkan panggung hiburan kesenian tradisional.

Tahun ini, Pemdes Sumbernongko menghadirkan pertunjukan ludruk dari kelompok seni Karya Budaya.

”Tahun ini, pemdes memilih pagelaran tradisional pertunjukan ludruk yang dibawakan oleh kelompok seni Karya Budaya,” ujarnya.

Baca Juga: Anggaran Dinas PUPR Jombang Dikepras Jadi Segini, Program Jalan dan Infrastruktur Bakal Terdampak

Menurut Sumartono, tradisi sedekah desa tidak hanya menjadi sarana melestarikan budaya leluhur. Kegiatan tersebut juga berdampak pada perekonomian warga sekitar karena banyak masyarakat yang berjualan selama acara berlangsung.

”Kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan yang telah dinikmati masyarakat serta menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga, menjaga kerukunan, wadah pelestarian budaya warisan leluhur dan kesenian tradisional agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya. (dwi/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#sumbernongko #Desa Kita #Jombang #sedekah desa